MotoGP NTB Jadi Acuan Pengembangan Atlet Bermotor

  • 15 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Penyelenggaraan MotoGP di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan tidak berhenti sebagai ajang tontonan olahraga berkelas dunia. Event yang digelar sejak tanggal 9 Oktober 2026 tersebut dinilai harus menjadi momentum untuk membangun legacy bagi perkembangan olahraga bermotor, khususnya dalam pembinaan atlet di NTB dan Indonesia.

Praktisi olahraga NTB, Dr. Prayogi Dwina Angga, mengatakan keberadaan MotoGP di NTB semestinya memberikan dampak nyata terhadap ekosistem olahraga bermotor, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas sirkuit, hingga munculnya generasi muda yang tertarik menekuni dunia balap secara serius dan terarah.

“Penyelenggaraan MotoGP saya harap bukan hanya sekedar sebagai tontonan saja, tapi harapan yang lebih besar adalah kegiatan MotoGP ini bisa menjadi legacy untuk kelanjutan prestasi dari olahraga bermotor di Indonesia pada umumnya dan NTB pada khususnya,” ujar Prayogi Senin, 14 September 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP harus mampu menjadi pemicu lahirnya program pembinaan atlet yang lebih terstruktur. Generasi muda di NTB juga perlu diberikan ruang untuk mengenal olahraga balap melalui jalur yang profesional, dengan mengutamakan aspek keselamatan.

Selain pembinaan atlet, MotoGP juga dapat menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas infrastruktur dan sirkuit di Indonesia. Dengan begitu, kehadiran event internasional tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi dan pariwisata, tetapi juga meninggalkan warisan bagi perkembangan prestasi olahraga.

Prayogi juga menilai penyelenggaraan MotoGP dapat menjadi cermin bagi pengelolaan event olahraga nasional. Menurutnya, pelaku olahraga di Indonesia perlu menjadikan event internasional tersebut sebagai ruang belajar dalam membangun manajemen penyelenggaraan yang profesional, terstruktur, dan memiliki standar pengawasan yang ketat.

“Jadi bukan hanya soal siapa yang nantinya akan menang di lintasan, namun lebih dari itu, kita bisa juga mengangkat kapasitas ekosistem penyelenggaraan dan manajerial olahraga di nasional,” katanya.

Dengan demikian, MotoGP di NTB diharapkan tidak berhenti ketika balapan selesai. Event tersebut harus mampu menjadi titik awal untuk memperkuat pembinaan atlet bermotor, meningkatkan kualitas fasilitas olahraga, serta membangun tata kelola event olahraga Indonesia agar semakin profesional.

Pada akhirnya, keberhasilan MotoGP di NTB bukan hanya diukur dari kemeriahan balapan, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap lahirnya atlet-atlet bermotor baru dan berkembangnya ekosistem olahraga nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....