MotoGP Mandalika Diproyeksi Gerakkan Ekonomi hingga Rp4,7 Triliun

  • 02 Okt 2026 18:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi tontonan olahraga internasional. Gelaran balap dunia itu diproyeksikan mampu menggerakkan ekonomi dengan estimasi dampak mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Temuan tersebut tercatat dalam kajian Kementerian PPN/Bappenas bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengenai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.

Kajian yang melibatkan lebih dari 1.800 responden itu menunjukkan dampak penyelenggaraan MotoGP merambah berbagai sektor, mulai dari UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif hingga pariwisata.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar penyelenggaraan event olahraga.

“Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal hingga nation branding Indonesia,” ujar Maya.

Menurutnya, tantangannya kini adalah memastikan perputaran ekonomi yang tercipta selama MotoGP tidak berhenti ketika balapan selesai.

Karena itu, InJourney mendorong pengembangan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat hingga pengembangan talenta lokal.

Kajian Bappenas juga memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi mendorong kunjungan wisatawan sekitar 11 persen. Jika didukung promosi destinasi secara terintegrasi, tambahan belanja wisatawan diperkirakan mencapai Rp44,5 miliar.

Dampak ekonomi juga terlihat dari keterlibatan pelaku usaha. Tingkat kepuasan pelaku UMKM dan tenant dalam ekosistem MotoGP tercatat 5,23 dari skala 6, sementara kepuasan tenaga kerja dan relawan mencapai 5,51.

Dari sisi promosi, eksposur global MotoGP Mandalika juga menghasilkan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan dampak tersebut perlu didorong menjadi pembangunan ekonomi kawasan dalam jangka panjang.

“MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan,” katanya.

ITDC, lanjut Fajar, ingin menggeser pola dari event-based economy menjadi event-led development, sehingga manfaat ekonomi tidak berhenti setelah balapan berakhir.

Targetnya, The Mandalika tidak hanya ramai ketika MotoGP berlangsung, tetapi berkembang sebagai destinasi sport tourism yang hidup sepanjang tahun.

Sementara itu, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 kembali diarahkan untuk memperluas dampak ekonomi tersebut. Pada periode event 9–11 Oktober 2026, tercatat tambahan 66 penerbangan dari dan menuju NTB untuk mendukung mobilitas wisatawan dan penonton.

Keterlibatan masyarakat lokal juga diperkuat. Pada 2026, seluruh marshal yang bertugas di Pertamina Mandalika International Circuit disebut merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional.

Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengatakan event motorsport di Mandalika juga menjadi ruang bagi talenta lokal untuk mendapatkan pengalaman dan berkembang ke level internasional.

Dengan demikian, MotoGP Mandalika tidak hanya membawa penonton ke sirkuit, tetapi juga menghubungkan pergerakan wisatawan dengan berbagai sektor ekonomi di NTB, sekaligus mendorong pengembangan kawasan dan sumber daya manusia lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....