Balai TN Tambora Batasi Peserta Sea to Summit Hanya 50 Orang

  • 18 Agt 2026 09:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Balai Taman Nasional Tambora membatasi jumlah peserta kategori Sea to Summit 40 kilometer dalam ajang Tambora Jungle Run 2026 maksimal 50 orang. Pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga daya dukung dan daya tampung kawasan Taman Nasional Tambora, khususnya jalur menuju puncak Tambora.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan pembatasan dilakukan setelah panitia menerima antusiasme yang cukup tinggi dari calon peserta. Bahkan, pada awal pendaftaran terdapat ratusan peminat yang ingin mengikuti kategori 40 K.

Namun, tidak semua calon peserta dapat langsung dinyatakan lolos. Panitia menerapkan proses seleksi cukup ketat, salah satunya dengan mewajibkan calon peserta menunjukkan sertifikat keikutsertaan lomba lari gunung atau kegiatan serupa sebagai bukti pengalaman.

Dan jika peserta sudah terlanjur mendaftar pad akatagori ini, Panitia berhak menurunkan ke katagori di bawahnya, seperti 10 K atau 5 K, tergantung kondisi peserta.

“Hingga 17 Agustus 2026, baru dua empat peserta yang dinyatakan lolos seleksi kategori 40 K,” katanya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Abdul Azis, pembatasan tersebut berkaitan erat dengan kapasitas kawasan puncak Tambora. Saat ini, daya dukung dan daya tampung puncak Tambora dalam satu hari ditetapkan sekitar 500 orang.


“Kalau sampai atas itu yang kita nggak bisa. Makanya dibatasi sementara 500 dulu, karena untuk permulaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut masih dapat dievaluasi pada masa mendatang. Jika hasil kajian menunjukkan daya dukung dan daya tampung kawasan memungkinkan peningkatan jumlah pengunjung, Balai Taman Nasional Tambora akan mengusulkan perubahan kapasitas kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Jakarta.
“Berikutnya nanti kalau daya dukung, daya tampung harus diusulkan ke Kementerian LHK di Jakarta. Tahun depan kita mungkin bisa di atas 500 orang,” katanya.
Abdul Azis menegaskan, pembatasan peserta 40 K bukan semata-mata persoalan teknis perlombaan, tetapi bagian dari upaya menjaga keselamatan peserta sekaligus kelestarian kawasan konservasi.
Sebab, sebelumnya panitia memperkirakan jumlah peserta kategori 40 K dapat mencapai lebih dari 100 orang. Jika jumlah tersebut dilepas secara bersamaan menuju puncak, kondisi tersebut dinilai berpotensi membebani daya dukung jalur pendakian dan kawasan puncak.
Kategori Sea to Summit Tambora Jungle Run 2026 menempuh jarak 40 kilometer, dengan titik start di Serae Nduha menuju puncak Tambora melalui jalur Dorncanga.
Peserta kategori 40 K akan dilepas lebih awal. Mereka akan melintasi jalur hingga Pos 1 Sanctuary Rusa sebelum peserta kategori 5 K dan 10 K dilepas.
Konsep tersebut diterapkan agar arus peserta dapat dikendalikan, mengingat karakteristik lintasan 40 K berbeda dengan kategori lainnya.
“Dan peserta 5 K dan 10 K, dapat memberikan support dan penyemangat bagi peserta 40 K,” katanya.
Sepanjang perjalanan, peserta akan menghadapi vegetasi hutan dan padang savana. Dari titik start hingga Pos 3, elevasi lintasan relatif belum terlalu menanjak. Namun, tantangan semakin berat ketika peserta mulai memasuki jalur dari Pos 3 menuju puncak.

Di bagian tersebut, peserta harus menghadapi trek ekstrem dengan kontur bebatuan dan kerikil serta kemiringan yang semakin menantang.Karena itu, pengalaman dan kehati-hatian menjadi faktor penting bagi peserta. Tantangan Sea to Summit bukan hanya bagaimana mencapai puncak, tetapi juga memastikan peserta dapat menyelesaikan seluruh lintasan dan kembali ke garis finis dengan selamat.
Meski dengan yang cukup tinggi dengan elevasi sekitar 35 derajat, namun saat di biir kaldera, peserta akan disuguhi pemandatangan yang eksotik, dengan “cawan raksasa” berdiametr 7 km, bekas letusan dasyat Tambora pada 11 April 1815.
Puncak Tambora melalui jalur Dorncanga sendiri memiliki ketinggian mencapai 2.423 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Melalui pembatasan kuota dan seleksi peserta tersebut, Balai Taman Nasional Tambora ingin memastikan Tambora Jungle Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga ekstrem dan promosi wisata, tetapi juga tetap memperhatikan keselamatan peserta serta prinsip konservasi kawasan Taman Nasional Tambora.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....