Ratusan Pelari Siap Ramaikan Tambora Jungle Run 2026

  • 17 Agt 2026 15:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Balai Taman Nasional Tambora memastikan persiapan Tambora Jungle Run 2026 dengan event utama Sea to Summit terus dimatangkan. Kepastian pelaksanaan kegiatan diperoleh setelah izin keramaian resmi diterbitkan pada Jumat lalu.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan proses penerbitan izin sempat menjadi perhatian karena harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, kepolisian sektor, Polres hingga Polda NTB.

“Alhamdulillah, Jumat kemarin surat izin keramaian sudah keluar. Setelah itu warga dan panitia langsung tenang, sehingga persiapan bisa kita lanjutkan,” ujar Abdul Azis, Senin 17 Agustus 2026.

Menurutnya, hingga saat ini persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen, termasuk logistik yang mulai bergerak dari Jakarta. Tambora Jungle Run 2026 mengusung tiga kategori utama, yakni 5K Fun Trail, 10K Savannah Trail dan 40K Sea to Summit. Konsep Sea to Summit menjadi daya tarik utama karena peserta akan merasakan pengalaman berlari dengan kombinasi lanskap pantai, savana hingga kawasan pegunungan Tambora.

Panitia menargetkan sebanyak 500 peserta. Hingga saat ini, pendaftar telah mencapai sekitar 400 orang, yang berasal dari Dompu, Bima, Sumbawa, Mataram, hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Untuk kategori 40 kilometer, sebanyak 31 peserta telah dinyatakan terdaftar. Peserta kategori ini diseleksi lebih ketat karena memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Abdul Azis mengatakan event perdana tersebut tidak hanya berorientasi pada olahraga, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Salah satunya melalui keterlibatan UMKM lokal, khususnya masyarakat Pekat. Pelaku UMKM akan disediakan lokasi khusus untuk berjualan, termasuk penyediaan tempat sampah dan trash bag guna meminimalkan sampah selama kegiatan.

“Kita ingin masyarakat merasakan dampak ekonomi dari kegiatan ini. UMKM kita fasilitasi, masyarakat bisa berjualan dan peserta juga tidak perlu keluar mencari makanan,” katanya.

Selain UMKM, masyarakat lokal juga akan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan pendukung, termasuk atraksi budaya. Sebelum peserta memulai lomba, akan ditampilkan musik, Gendang Beleq dan tari tradisional sebagai bagian dari penyambutan.

Konsep tersebut diharapkan menjadikan Tambora Jungle Run bukan sekadar event lari, tetapi perpaduan antara olahraga, budaya, pariwisata dan konservasi.

Balai Taman Nasional Tambora juga membatasi peserta pada 500 orang untuk menjaga kelestarian kawasan. Rute yang digunakan tetap memanfaatkan jalur yang sudah ada dan tidak membuka jalur baru.

Abdul Azis berharap kegiatan perdana ini dapat menjadi pemantik berkembangnya destinasi wisata dan ekonomi masyarakat di sekitar Tambora.

“Harapan kita event ini terus berlanjut. Taman Nasional hanya memantik. Ke depan yang kita harapkan adalah multiplier effect-nya dirasakan masyarakat, mulai dari transportasi, penginapan, kuliner, UMKM hingga jasa pemandu dan porter,” ujarnya.

Ia mengatakan, konsep Sea to Summit juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Tambora sebagai destinasi sport tourism kelas dunia sekaligus kalender trail run berskala nasional dan ke depan diharapkan berkembang menuju event internasional.

Dengan dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, masyarakat dan berbagai pihak, panitia optimistis target 500 peserta dapat tercapai hingga hari pelaksanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....