AHY: Bendungan Megah Tak Berguna jika Air Tak Sampai ke Sawah Petani

  • 11 Jul 2026 05:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional tidak cukup hanya dengan membangun bendungan. Menurutnya, manfaat bendungan baru akan optimal apabila didukung jaringan irigasi yang terhubung hingga mampu mengalirkan air langsung ke lahan pertanian.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya secara serentak di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 10 Juli 2026.

AHY mengatakan, persoalan yang kerap ditemukan di berbagai daerah adalah bendungan telah selesai dibangun, namun jaringan irigasi belum tersambung secara menyeluruh. Kondisi tersebut membuat potensi besar bendungan belum mampu memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan produksi pertanian.

"Bendungan yang sudah terbangun akan menjadi kurang berarti apabila irigasinya belum terbangun dengan baik. Karena yang dibutuhkan petani bukan hanya bendungan yang berdiri megah, tetapi air yang benar-benar sampai ke sawah mereka," ujar AHY.

Ia menjelaskan, pembangunan sistem irigasi merupakan tanggung jawab bersama lintas tingkatan pemerintahan. Pemerintah pusat menangani pembangunan irigasi primer, pemerintah provinsi bertanggung jawab terhadap irigasi sekunder, sedangkan pemerintah kabupaten dan kota mengelola jaringan irigasi tersier.

Menurut AHY, sinergi tersebut menjadi kunci agar pasokan air dari bendungan dapat mengalir secara berkesinambungan hingga ke area persawahan. Dengan demikian, bendungan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.

Lebih lanjut, AHY menilai sistem irigasi yang terintegrasi akan memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, musim kemarau berkepanjangan, hingga fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.

"Swasembada pangan sesungguhnya dimulai dari ketersediaan air. Ketika bendungan dan irigasi terhubung dengan baik, petani tidak lagi hanya bergantung pada hujan. Mereka memiliki kepastian air untuk menanam, memanen, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengawal pembangunan jaringan irigasi di berbagai daerah agar investasi besar yang telah digelontorkan untuk pembangunan bendungan mampu memberikan manfaat maksimal bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

"Kami ingin memastikan setiap bendungan yang dibangun benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan jaringan irigasi akan terus dikawal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh petani dan mendukung tercapainya swasembada pangan nasional," tegasnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....