Pelajaran dari Sena,ASN Digital yang Viral Lalu Menghilang

  • 03 Nov 2025 16:28 WIB
  •  Mataram

KBRN. Mataram: Media sosial sempat diramaikan oleh kehadiran Sena, karakter virtual (Vtuber) yang digadang-gadang mewakili wajah baru ASN di era digital. Namun baru beberapa hari diperkenalkan, Vtuber ini dihapus dari internet dikarenakan ramainya kritk dari warganet.

Sebelumnya, karakter ini yang mengaku diri sebagai ASN Digital yang hadir untuk memberikan informasi-informasi terkait ASN di Indonesia. Pada penampilan perdananya, Sena hadir dengan seragam ASN lengkap beberapa atribut dengan penampilan sosok perempuan muda yang cantik, energik dan menggemaskan, tampilannya juga menyerupai karakter anime yang banyak digandrungi generasi muda. Namun kehadiran Sena memantik berbagai komentar dari warganet sejak pertama ia diluncurkan, bukan karena kehadirannya yang terkesan tiba-tiba, melainkan karena tampilan visualnya yang dinilai kurang merepresentasikan seorang ASN yang diharapkan dapat bersikap penuh wibawa. Alih-alih mendapatkan pujian, ia justru banyak menuai kritik tajam.

Baca juga Mengenang Maradona,Legenda Sepakbola Yang Lahir 30 Oktober 1960

Ini Trik Umrah Mandiri Agar Aman dan Nyaman

Akademisi muda Universitas Mataram (Unram) Ahmad Junaidi turut berkomentar pada tampilan Sena, sebagai ASN Digital dari DPD RI.

"gaya komunikasinya sangat infantil, ..warna suaranya tidak selaras dengan wibawa institusi dan bahasa tubuhnya sangat distraktif, ini agak berlebihan dan menghilangkan pesan utamanya...harusnya visualnya bisa lebih Indonesia, suaranya bisa lebih tegas tapi tetap ramah" ungkapnya di media sosialnya @junaydfloyd3, yang kami kutip Senin, 03/11/2025. Di akhir statemennya, dosen muda yang juga aktif dalam peningkatan mutu pendidikan anak-anak di desanya ini menambahkan agar ASN selalu semangat memberikan pelayanan dengan inovasi yang representatif dan tidak distruktif.

Ahmad Junaidi, Akademisi Unram

Baca juga Tall Poppy Syndrom, Saat Kesuksesan Justru Dibenci

Halloween Di Indonesia, Asimilasi Budaya Atau Adaptasi?

Menanggapi ramainya kritikan terhadap produk digital ini, pada akhirnya DPD RI memutuskan untuk menghapus karakter tersebut meski baru beberapa hari diperkenalkan, akun Tiktok yang sempat mengunggah konten serupa turut menghilang, Namun jejak digitalnya terlanjur tersebar, bahkan cuplikan video dan tangkapan layarn masih berseliweran di media soaial.

Di balik ramainya komentar dan kritikan pada Sena, Vtuber yang diperkenalkan DPD RI, dikutip dari detik.com terungkap bahwa Sena ternyata merupakan proyek kreatif dari peserta Latsar CPNS 2023 yang dibuat sebagai tugas akhir dan belum melalui proses kurasi atau persetujuan resmi dari pimpinan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang

  • Pentingnya prosedur komunikasi publik di lembaga negara
  • Sensitivitas publik terhadap representasi ASN
  • Tantangan dalam menggabungkan digital dan etika birokrasi

Baca juga Satu Nusa,Satu Bangsa,Satu Semangat Sumpah Pemuda

Lebih dari sekadar persoalan tampilan visual, polemik Sena menunjukkan bahwa transformasi digital di instansi pemerintah tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga ketepatan dalam memahami konteks sosial dan nilai kelembagaan. Di tengah upaya menuju birokrasi yang modern dan adaptif, setiap inovasi seharusnya tetap berakar pada karakter, budaya, dan wibawa institusi yang diwakilinya.

Kehadiran dan kepergian singkat Sena menjadi cermin bahwa di era digital, citra dan komunikasi publik lembaga negara bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepekaan dan kebijaksanaan dalam membaca ekspektasi masyarakat.

Rekomendasi Berita