Mie Titi, Kuliner Khas Makassar Serapan dari Tionghoa

  • 29 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Jika berbicara mengenai masakan Makassar yang langsung terbayang biasanya adalah coto, palubasa, sup sodara atau konro. Tapi ada satu hidangan yang tampil sederhana yang memiliki cerita panjang tentang awal mula keberadaannya, yaitu mie titi.

Mie titi adalah salah satu kuliner khas Makassar yang berakar dari tradisi masakan Tionghoa. Mie ini telah lama hadir di kota Makassar, diperkenalkan oleh Angko Cao, seorang keturunan Tionghoa yang membuka toko mie di Makassar sekitar tahun 1960-an.

Awalnya mie titi dibuat sebagai hidangan rumahan oleh komunitas Tionghoa di Makassar sebelum akhirnya dikenal luas dan digemari berbagai kalangan, hingga akhirnya menjadi identitas kuliner kota Makassar. Setelah melalui proses adaptasi dan menyesuaikan dengan lidah lokal. Mie titi diolah dengan tidak terlalu berminyak, tidak terlalu kuat bumbu khas Tionghoanya, namun tetap kaya rasa. Perpaduan yang terjadi membuat mie titi diterima oleh masyarakat Makassar dan menjadi menu favorit lintas generasi dan diterima semua kalangan.

Hal yang kemudian menjadikan mie ini unik adalah bukan hanya mie keringnya tetapi juga cara penyajiannya. Mie titi berupa mie kering yang telah digoreng garing lalu disajikan dengan cara disiram kuah kental berbumbu spesial berisi ayam, udang, sayuran, seafood, dan telur.

Hidangan ini sering disajikan sebagai hidangan makan malam atau camilan malam saat berkumpul bersama keluarga. Di Makassar pun, mie titi sangat popular dan tidak sulit ditemukan di berbagai tempat. Tidak hanya di restoran, tetapi juga bisa dijumpai di tempat makan modern.

Saat ini, mie titi makin dikenal bahkan telah menjadi kuliner favorit bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Makassar. Mie titi bisa disebut sebagai jembatan penghubung lintas generasi, karena ia lahir dari tradisi Tionghoa tapi tumbuh dan berkembang di Tanah Sulawesi. Dengan tanpa menghilangkan identitas asalnya, mie titi beradaptasi dengan lingkungan sosial dan selera lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....