Kenapa Kerupuk Selalu Hadir di Meja Makan Orang Indonesia?

  • 27 Jul 2026 11:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Saat makan nasi goreng, soto, atau pecel tanpa kerupuk rasanya seperti ada yang kurang. Di Indonesia kerupuk bukan hanya sebagai camilan tetapi juga hampir selalu hadir sebagai pelengkap makanan sehari-hari. Mulai dari warung sederhana hingga restoran besar kerupuk seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya makan masyarakat Indonesia.

Lantas kenapa kerupuk begitu populer dan selalu ada di meja makan orang Indonesia? Kerupuk telah dikenal di Nusantara sejak ratusan tahun lalu. Awalnya kerupuk dibuat sebagai cara untuk mengolah dan mengawetkan bahan makanan seperti ikan, udang, atau kulit hewan agar dapat bertahan lebih lama. Seiring waktu kerupuk berkembang menjadi makanan pendamping yang digemari berbagai kalangan. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki jenis kerupuk khas dengan bentuk warna dan cita rasa yang berbeda-beda. Dari situlah kerupuk kemudian menjadi bagian penting dari budaya kuliner Indonesia hingga sekarang.

Indonesia memiliki puluhan bahkan ratusan jenis kerupuk, salah satu yang paling dikenal adalah kerupuk udang yang banyak ditemukan di berbagai daerah pesisir. Ada juga kerupuk ikan yang populer di Sumatra dan Kalimantan dan sering menjadi pelengkap pempek khas Palembang. Kemudian ada kerupuk bawang yang memiliki aroma gurih khas dan sering disajikan bersama berbagai hidangan rumahan. Banyak masyarakat juga mengenal kerupuk mawar yaitu kerupuk berwarna warni yang bentuknya menyerupai bunga dan sering dijumpai di warung makan atau hajatan. Selain itu ada kerupuk kulit atau rambak yang dibuat dari kulit sapi atau kerbau, kerupuk aci dari tepung tapioka, kerupuk puli berbahan nasi hingga emping melinjo yang memiliki rasa gurih dan sedikit pahit. Di beberapa daerah bahkan terdapat kerupuk unik seperti kerupuk jangek, kerupuk kemplang, kerupuk sanjai, dan kerupuk basah khas Kapuas Sulu yang berbeda dari kerupuk pada umumnya.

Salah satu alasan kerupuk sangat disukai adalah teksturnya yang renyah. Perpaduan antara nasi, lauk, kuah, dan bunyi kriuk dari kerupuk memberikan sensasi makan yang lebih nikmat.

Selain itu kerupuk juga mudah diperoleh, harganya pun relatif terjangkau dan cocok dipadukan dengan hampir semua jenis masakan Indonesia. Oleh karena itu banyak orang merasa makan belum lengkap tanpa kehadiran kerupuk.

Dari kerupuk udang, kerupuk bawang, kerupuk mawar, kerupuk kulit, hingga emping melinjo, kerupuk telah menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bukan hanya pelengkap makanan, kerupuk juga mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Nusantara dalam mengolah bahan pangan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....