Ayam Buluh Kuliner Khas Manado Kaya Rempah Beraroma Bambu
- 21 Jul 2026 10:30 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Ayam Buluh merupakan kuliner tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara.
- Teknik memasak menggunakan batang bambu menghasilkan aroma khas dan membuat daging lebih empuk.
- Hidangan ini menjadi bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia yang masih dilestarikan hingga sekarang.
RRI.CO.ID, Mataram - Ayam Buluh merupakan salah satu kuliner tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara, yang dikenal berkat teknik memasaknya yang unik menggunakan batang bambu. Menurut laman Budaya Indonesia milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, penggunaan bambu sebagai media memasak telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Minahasa yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga sekarang.
Nama "buluh" sendiri berarti bambu. Berdasarkan informasi dari Budaya Indonesia Kemendikbudristek, masyarakat Minahasa sejak dahulu memanfaatkan bambu sebagai wadah memasak karena mudah ditemukan di alam sekitar. Sebelum peralatan memasak modern dikenal luas, bambu menjadi alternatif yang mampu menghantarkan panas secara perlahan sehingga makanan matang merata sekaligus menghasilkan aroma alami yang khas.
Keistimewaan Ayam Buluh terletak pada proses pengolahannya. Ayam dibumbui menggunakan berbagai rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, jahe, serai, daun jeruk, daun bawang, tomat, dan kemangi. Setelah itu seluruh bahan dimasukkan ke dalam batang bambu yang ditutup menggunakan daun sebelum dibakar selama sekitar dua hingga tiga jam hingga bumbu meresap sempurna.
Selain berfungsi sebagai wadah memasak, bambu juga menciptakan proses pemasakan yang berbeda dibandingkan menggunakan panci atau oven. Menurut Budaya Indonesia Kemendikbudristek, uap panas yang terperangkap di dalam batang bambu membuat daging ayam matang perlahan sehingga teksturnya tetap empuk, tidak mudah kering, serta menghasilkan aroma bambu yang menjadi ciri khas hidangan ini.
Ayam Buluh tidak hanya dikenal sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat. Berdasarkan informasi dari Indonesia Kaya, hidangan ini kerap disajikan pada berbagai acara adat, syukuran, pesta keluarga, hingga penyambutan tamu sebagai bentuk penghormatan kepada para undangan. Kehadirannya mencerminkan kearifan masyarakat Minahasa dalam memanfaatkan kekayaan alam sebagai bagian dari tradisi kuliner.
Teknik memasak menggunakan bambu sebenarnya tidak hanya ditemukan di Sulawesi Utara. Namun, Ayam Buluh menjadi salah satu hidangan yang paling dikenal karena memadukan rempah-rempah khas Nusantara dengan metode memasak tradisional yang masih dipertahankan. Melalui pendataan Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berbagai tradisi kuliner daerah terus didorong untuk dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Seiring berkembangnya wisata kuliner Indonesia, Ayam Buluh semakin banyak diperkenalkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui berbagai promosi gastronomi daerah turut mendorong kuliner tradisional sebagai daya tarik wisata, sehingga hidangan seperti Ayam Buluh semakin dikenal oleh masyarakat luas maupun wisatawan mancanegara.
Bagi pencinta kuliner Nusantara, Ayam Buluh menawarkan pengalaman menikmati masakan yang berbeda. Perpaduan rempah yang kaya, tekstur ayam yang lembut, serta aroma bambu hasil proses pembakaran menjadikan hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga merepresentasikan kekayaan tradisi kuliner masyarakat Minahasa yang tetap lestari hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....