Kenapa Wonogiri Disebut Ibu Kota Mi Ayam dan Bakso? Ini Faktanya
- 17 Jul 2026 19:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Sulit rasanya menemukan kota di Indonesia yang tidak memiliki penjual mie ayam atau bakso. Kedua hidangan ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, mulai dari pedagang kaki lima hingga rumah makan. Di balik popularitasnya, ternyata ada satu daerah yang memiliki ikatan kuat dengan perjalanan kuliner tersebut, yakni Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Bahkan, Wonogiri resmi mendeklarasikan diri sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso Indonesia dalam rangkaian Festival Mi Ayam Bakso 2026 yang digelar pada 3–4 Juli 2026. Deklarasi ini merayakan bahwa mayoritas pedagang mie ayam dan bakso di berbagai daerah di Indonesia berasal dari Wonogiri. Lewat kerja keras warganya di perantauan, daerah ini dinilai memiliki andil terbesar dalam membawa kedua kuliner tersebut ke hati masyarakat luas.
Dilansir dari Good News From Indonesia, mie ayam yang dikenal masyarakat Indonesia merupakan hasil akulturasi budaya kuliner Tionghoa dengan cita rasa Nusantara. Seiring berjalan waktu, hidangan ini berkembang menggunakan topping ayam berbumbu khas, minyak ayam, dan racikan bumbu yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia hingga menjadi salah satu makanan favorit lintas generasi.
Julukan sebagai ibu kota Mie Ayam dan Bakso tidak muncul begitu saja. Dilansir Berita Foodies, menjelaskan tradisi merantau telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Wonogiri. Banyak warga memilih membuka usaha mie ayam dan bakso di berbagai kota sebagai mata pencaharian. Dari usaha sederhana tersebut, kuliner khas ini semakin dikenal luas, sementara nama Wonogiri ikut melekat sebagai daerah asal banyak pedagang mie ayam dan bakso di Indonesia.
Dilansir dari Wonogiripedia yang dikelola Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, bakso Wonogiri dikenal dengan tekstur yang padat dan kenyal serta kuah kaldu sapi yang bening dan gurih. Penyajiannya umumnya dipadukan dengan mie, bihun, tahu, dan sayuran sehingga menjadi hidangan yang akrab bagi masyarakat. Cita rasa tersebut terus diwariskan melalui resep keluarga yang dijaga secara turun-temurun. Tradisi itu pula yang mendorong banyak perantau Wonogiri membuka usaha bakso di berbagai kota besar. Berbekal pengalaman, jaringan antarsesama perantau, dan modal usaha yang relatif terjangkau, tidak sedikit usaha bakso asal Wonogiri yang berkembang hingga dikenal luas dalam memperkenalkan cita rasa bakso Wonogiri ke berbagai daerah di Indonesia.
Gelar Ibu Kota Mie Ayam Bakso Indonesia ini adalah bentuk penghargaan nyata bagi dedikasi tanpa lelah warga Wonogiri. Perjalanan para perantau yang menjajakan semangkuk kehangatan mie ayam dan bakso ke berbagai penjuru nusantara menjadi bukti, bahwa kuliner merakyat pun bisa menjadi bagian penting dari identitas bangsa dan membawa nama harum bagi daerah asalnya. (RRI/Aldi W)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....