Cendol, Si Manis yang Eksis sejak Zaman Kerajaan
- 20 Mei 2026 10:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Siapa yang tidak kenal es cendol? Cendol sangatlah popular di Indonesia. Terlebih lagi saat cuaca panas. Meski sudah sangat akrab dengan es cendol, pernah terpikirkan tidak bahwa es cendol itu sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu dan punya sejarah panjang di Nusantara. Bahkan dalam akun Instagram RRI Official disebutkan, minuman tradisional ini dipercaya sudah dikenal sejak masa Kerajaan.
Cendol merupakan minuman tradisional yang banyak ditemukan di Indonesia dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, cendol dipercaya berasal dari budaya masyarakat Jawa dan Sunda sejak ratusan tahun yang lalu. Nama cendol sendiri diduga berasal dari tekstur butiran hijau yang kenyal dan terasa jendol saat diminum. Pada zaman dahulu cendol dibuat dari tepung beras atau tepung hun kue yang dicampur pewarna alami dari daun pandan atau daun suji. Minuman ini kemudian disajikan dengan santan dan gula merah cair yang memberikan rasa manis khas Nusantara.
Es cendol dulunya dikenal sebagai minuman rakyat yang sering dijual di pasar tradisional pinggir jalan hingga acara hajatan karena bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan sehingga tidak bisa tidak, minuman ini cepat popular di berbagai daerah. Menariknya setiap daerah pun punya versi cendol yang berbeda. Di Jawa Barat misalnya ada es cendol khas Sunda, sementara di Jawa Tengah lebih dikenal dengan nama es dawet. Meski tampilannya mirip, rasa dan penyajiannya bisa berbeda.
Selain menyegarkan, es cendol juga mencerminkan kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Perpaduan santan, gula aren, dan cendol yang hijau menunjukkan bagaimana masyarakat Nusantara sejak dulu memanfaatkan bahan alami di sekitarnya. Warna hijau pada cendol juga identik dengan kesegaran dan alam. Sementara gula merah dan santan menjadi ciri khas rasa tradisional Indonesia yang manis dan gurih.
Hingga sekarang es cendol tetap bertahan meski banyak minuman modern bermunculan. Es cendol kini hadir dalam bebagai inovasi modern. Ada yang dipadukan dengan durian, nangka, bahkan es krim. Tetapi meski tampil lebih kekinian, cita rasa tradisionalnya tetap dipertahankan. Hal ini membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia tetap dicintai lintas generasi.
Dengan demikian, es cendol bukan sekedar minuman pelepas dahaga tetapi juga bagian dari sejarah dan budaya kuliner Nusantara. Dari pasar tradisional hingga kafe modern, kesegarannya tetap melegenda sampai sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....