Adat yang Fleksibel, Tetap Teguh pada Nilai
- 31 Des 2025 20:54 WIB
- Mataram
KBRN,Mataram :
Meski sarat makna, adat di Bon Jeruk dikenal tidak kaku. Tradisi merangkat dijalankan dengan keluwesan, menyesuaikan kondisi masyarakat.
Pak Sahwaas menegaskan bahwa adat tidak boleh menjadi beban. “Kalau adat memberatkan, orang bisa menjauh. Adat itu harus bisa dijalani,” katanya dengan tegas.
Karena itu, tidak ada aturan yang memaksa atau tuntutan yang berlebihan. Semua disesuaikan dengan kemampuan keluarga yang menjalankan.
Pak Usman melihat fleksibilitas ini sebagai alasan adat masih bertahan. “Karena adatnya tidak memaksa, masyarakat tetap mau menjalankan,” ujarnya.
Adat yang lentur justru lebih kuat, karena tidak ditinggalkan oleh generasi muda.
Nilai-nilainya tetap dijaga, meski cara pelaksanaannya bisa menyesuaikan zaman.
Inilah bentuk kebijaksanaan lokal yang membuat tradisi tetap relevan hingga sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....