Dinkes Lombok Tengah, Dorong Warga Cegah Penyakit dari Rumah

  • 30 Sep 2026 10:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Menunggu sakit baru datang ke fasilitas kesehatan dinilai bukan lagi pola yang ideal. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah mendorong masyarakat memperkuat pencegahan penyakit sejak dari rumah, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga rutin memeriksa kondisi kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. H. Nasrullah, mengatakan pencegahan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Menurut dia, fasilitas kesehatan kini tidak hanya dituntut siap menangani warga yang sudah sakit. Sistem surveilans juga diperkuat agar potensi penyakit dapat diketahui dan direspons lebih cepat.

“Ketika ada isu terkait lingkungan, misalnya DBD dan sebagainya, mereka akan proaktif melakukan koordinasi di lapangan dan survei,” kata Nasrullah, Selasa 29 September 2026.

Tenaga surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan, kata dia, berperan memetakan kondisi di lapangan dan menentukan langkah yang diperlukan ketika ditemukan potensi penularan penyakit.

Dengan pola tersebut, penanganan tidak harus menunggu jumlah kasus meningkat.

Namun, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Nasrullah mengatakan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Ia kembali mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang antara lain mencakup aktivitas fisik secara rutin, pola makan sehat, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kalau mau sehat, kita harus melakukan aktivitas fisik. Minimal 30 menit sehari,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta tidak menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kesehatan.

Nasrullah menilai pemeriksaan berkala penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal.

“Jadi masyarakat diharapkan melakukan cek kesehatan secara berkala, secara rutin, tidak menunggu dia sakit,” katanya.

Menurut dia, perubahan pola tersebut sejalan dengan pendekatan promotif dan preventif. Puskesmas tidak semata-mata menjadi tempat masyarakat berobat ketika sudah sakit, tetapi juga menjadi pusat upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan.

Di sisi lain, faktor lingkungan tetap menjadi perhatian. Masyarakat didorong menjaga kebersihan lingkungan dan tidak buang air besar sembarangan sebagai bagian dari upaya menekan risiko penyakit.

Nasrullah menegaskan bahwa hidup sehat membutuhkan gerakan bersama, bukan hanya perubahan perilaku individu.

“Germas ini gerakan. Gerakan ini tidak bisa kita lakukan hanya individu, tapi gerakan bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....