Dinkes Lombok Tengah, Perkuat Deteksi Dini Kejadian Kesehatan

  • 22 Sep 2026 16:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah memperkuat jejaring deteksi dan respons terhadap berbagai kejadian kesehatan masyarakat. Penguatan dilakukan mulai dari tingkat Puskesmas hingga rumah sakit dan laboratorium.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif, dan Respons Penyakit Tingkat Kabupaten/Kota yang berlangsung 21–22 September 2026 di JM Hotel, Kuta Mandalika.

Pertemuan melibatkan Puskesmas dan rumah sakit se-Lombok Tengah, Balai Karantina Kesehatan, serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Kepala Bidang P3KL Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa, MPH, mengatakan penguatan sistem diperlukan agar setiap informasi mengenai kejadian kesehatan dapat segera diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti.

Menurutnya, kecepatan penanganan sangat bergantung pada alur informasi sejak laporan pertama diterima dari masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mendeteksi kejadian sedini mungkin, melakukan pelaporan dengan cepat, kemudian memastikan investigasi dan respons dilakukan secara terpadu,” ujar Putrawangsa.

Ia menjelaskan, setiap kejadian kesehatan masyarakat perlu menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana sistem yang berjalan mampu mendeteksi dan merespons kondisi di lapangan.

Dalam rapat tersebut, Dinkes mengevaluasi sejumlah tahapan, mulai dari deteksi dini, pelaporan, verifikasi kasus, penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen, pemeriksaan laboratorium hingga investigasi terhadap faktor lingkungan dan keamanan pangan.

Penguatan jejaring laboratorium menjadi salah satu bagian penting. Pemeriksaan spesimen dari kasus maupun lingkungan diperlukan untuk mendapatkan data yang dapat mendukung proses investigasi dan menentukan langkah penanganan.

Putrawangsa menegaskan, respons tidak boleh menunggu suatu kejadian berkembang menjadi lebih luas.

“Jangan menunggu kejadian menjadi besar baru kita bergerak. Sistem deteksi dini harus berjalan dari tingkat Puskesmas, kemudian terhubung dengan rumah sakit, laboratorium, dan Dinas Kesehatan,” katanya.

Menurutnya, pola koordinasi tersebut penting dalam menghadapi berbagai potensi kejadian kesehatan masyarakat, termasuk penyakit menular, kejadian keracunan makanan maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Melalui evaluasi ini, Dinkes Lombok Tengah mendorong penguatan surveilans epidemiologi, kecepatan komunikasi dan pelaporan, kapasitas investigasi, kesiapan laboratorium serta koordinasi antarfasilitas kesehatan.

Dengan sistem yang lebih terhubung, setiap indikasi kejadian kesehatan diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah investigasi dan penanganan dapat dilakukan sebelum masalah berkembang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....