Skrining Kanker Serviks di Lombok Tengah, Belum 50 Persen
- 19 Agt 2026 15:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Upaya deteksi dini kanker serviks di Kabupaten Lombok Tengah belum berjalan maksimal. Dari sekitar 2.800 perempuan yang menjadi sasaran pemeriksaan, partisipasi masyarakat masih belum mencapai 50 persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa, mengatakan rendahnya kesediaan masyarakat menjalani pemeriksaan menjadi salah satu kendala dalam mendeteksi kanker serviks sejak dini.
“Dari target sekitar 2.800 orang, yang mau diperiksa baru sekitar 50 persen. Dari yang diperiksa itu, angka hasil positif bisa sampai 30 persen,” kata Putrawangsa, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut sebagian besar menyasar perempuan yang sudah menikah. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, cukup tingginya angka hasil positif menjadi perhatian Dinas Kesehatan.
Namun, persoalan utama saat ini bukan hanya pemeriksaan, melainkan masih adanya ketakutan masyarakat untuk mengetahui hasil skrining.
Putrawangsa mengatakan sebagian perempuan khawatir jika pemeriksaan menunjukkan hasil positif kanker serviks. Padahal, semakin cepat kondisi kesehatan diketahui, semakin cepat pula penanganan dapat diberikan.
“Kalau hasil pemeriksaannya positif, harus segera diobati. Kalau tidak mau diperiksa, risikonya lebih besar karena kita tidak tahu apakah sudah mengalami masalah kesehatan atau belum,” ujarnya.
Karena itu, Dinas Kesehatan Lombok Tengah menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat. Masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa pemeriksaan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari upaya pencegahan.
“Kita harus akui, mungkin informasi kepada masyarakat yang masih kurang. Selama ini masyarakat takut ketika mendengar kanker serviks,” katanya.
Untuk meningkatkan deteksi dini, Dinas Kesehatan Lombok Tengah juga telah mengeluarkan edaran kepada puskesmas agar segera meningkatkan upaya pencegahan melalui pemeriksaan.
Putrawangsa menambahkan, faktor risiko kanker serviks tidak dapat ditentukan hanya dari satu faktor. Namun, menjaga kebersihan diri dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Sementara bagi perempuan yang hasil pemeriksaannya positif, Putrawangsa memastikan tersedia penanganan medis sesuai kondisi masing-masing pasien.
“Penanganannya ada, tidak selalu operasi. Ada terapi yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....