Bupati Lombok Timur Dorong Warga Manfaatkan Layanan Mata Gratis

  • 28 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghadiri sekaligus membuka Sarasehan Lintas Sektor dan Tokoh Masyarakat dalam rangka promosi pelayanan kesehatan mata dan penanggulangan gangguan penglihatan bagi masyarakat Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Kamis, 27 Agustus 2026 merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB, Kementerian Kesehatan RI, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan The Fred Hollows Foundation dari Australia.

Bupati menyebut program pelayanan kesehatan mata tersebut sebagai kabar baik bagi masyarakat Lombok Timur. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan berbagai gangguan mata, termasuk katarak, tanpa dipungut biaya.

Haerul Warisin menjelaskan biaya pemeriksaan dan penanganan gangguan mata di luar program tersebut dapat mencapai sekitar Rp2,7 juta per orang, tergantung jenis dan tingkat keparahan penyakit. Namun, melalui dukungan para donatur dan pihak terkait, masyarakat yang menjadi sasaran program tidak perlu mengeluarkan biaya.

“Semoga para donatur mendapatkan balasan kebaikan dan pahala yang berlipat dari Allah SWT atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengalami gangguan penglihatan,” ujar Bupati.

Dari total 800 kuota pelayanan yang tersedia untuk wilayah NTB, sebanyak 500 kuota dialokasikan khusus bagi masyarakat Lombok Timur. Bupati meminta seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat kecamatan dan desa memastikan kuota tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ia menginstruksikan para camat, kepala desa, kepala dusun, serta seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan pendataan dan menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Langkah itu penting agar warga yang mengalami gangguan penglihatan dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan.

“Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Pelayanan akan dilaksanakan hanya tiga hari. Kalau kesempatan ini hilang, masyarakat mungkin harus menunggu sampai tahun berikutnya,” katanya.

Bupati juga mengimbau masyarakat tidak perlu merasa malu untuk memeriksakan kondisi mata. Keluhan seperti mata sering berair, penglihatan mulai kabur, maupun gejala gangguan penglihatan lainnya perlu segera diperiksakan agar dapat ditangani sedini mungkin.

Menurutnya, penanganan sejak awal dapat membantu mencegah gangguan penglihatan menjadi lebih berat. Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan pelayanan yang telah disediakan pemerintah dan para mitra tersebut.

Selain persoalan kesehatan mata, Haerul Warisin kembali mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas dan anggaran, tetapi juga oleh sikap serta kepedulian petugas kepada masyarakat.

“Pelayanan kesehatan itu bukan hanya soal fasilitas dan anggaran. Keramahan, senyum, dan kepedulian petugas juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Bupati berharap program tersebut dapat membantu mengurangi gangguan penglihatan di Lombok Timur. Ini sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata yang berkualitas dan terjangkau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....