IDAI NTB Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Menyusui pada Pekan ASI Sedunia

  • 06 Agt 2026 16:50 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • IDAI Cabang Nusa Tenggara Barat mengajak masyarakat memperkuat budaya menyusui selama Pekan ASI Sedunia 1-8 Agustus dengan tema Perkuat Kebiasaan Baik yang Sudah Ada.
  • ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi dengan manfaat besar terhadap kesehatan, tumbuh kembang anak, dan ketahanan ekonomi keluarga.
  • Tujuan peringatan tahun ini adalah meningkatkan kembali cakupan pemberian ASI eksklusif di Nusa Tenggara Barat dan seluruh Indonesia.

RRI.CO.ID, Mataram – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat budaya menyusui dalam momentum Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap 1–8 Agustus. Tahun ini, peringatan mengusung tema Perkuat Kebiasaan Baik yang Sudah Ada sebagai upaya meningkatkan kembali cakupan pemberian ASI eksklusif.

Penasihat IDAI Cabang NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengatakan ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan, tumbuh kembang anak, hingga ketahanan ekonomi keluarga.

"ASI adalah anugerah yang memiliki banyak keunggulan dan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh susu formula. Melalui ASI, bayi memperoleh antibodi dari ibunya yang berperan penting melindungi dari berbagai penyakit pada awal kehidupan," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut dr. Nurhandini, selain meningkatkan daya tahan tubuh, pemberian ASI juga berkontribusi terhadap perkembangan kecerdasan anak. Berbagai penelitian menunjukkan anak yang memperoleh ASI memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak mendapatkan ASI secara optimal.

Ia menambahkan, manfaat ASI juga dirasakan oleh ibu. Perempuan yang menyusui memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker payudara dibandingkan ibu yang tidak memberikan ASI kepada bayinya.

"Selain melindungi kesehatan bayi, menyusui juga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Karena itu, jangan ragu untuk memberikan ASI kepada bayi sejak lahir," katanya.

Dari sisi ekonomi, dr. Nurhandini menilai pemberian ASI dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Menurutnya, penggunaan susu formula secara rutin membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga ASI menjadi pilihan yang lebih sehat sekaligus lebih hemat bagi keluarga.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemberian ASI bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, melainkan membutuhkan dukungan seluruh anggota keluarga, termasuk ayah, kakek, nenek, hingga lingkungan sekitar.

Menurutnya, program Kelompok Pendukung ASI yang pernah berjalan di masyarakat perlu dihidupkan kembali dengan pendekatan yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi dan pendampingan bagi ibu menyusui.

"Semua pihak memiliki peran untuk mendukung ibu menyusui. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI eksklusif," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Nurhandini mengungkapkan cakupan ASI eksklusif di NTB saat ini diperkirakan berada pada kisaran 35 hingga 50 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan capaian pada 2011–2012 yang pernah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen.

Ia menjelaskan, ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama enam bulan pertama kehidupan tanpa tambahan makanan maupun susu formula.

Melalui peringatan Pekan ASI Sedunia, IDAI Cabang NTB berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI semakin meningkat sehingga cakupan ASI eksklusif di NTB dapat kembali mencapai target yang lebih tinggi demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....