RSUD Tripat Kini Tangani Penyakit Jantung tanpa Rujukan Keluar Daerah
- 20 Sep 2026 10:18 WIB
- Mataram
Poin Utama
- RSUD Tripat Lombok Barat meningkatkan kemampuan layanan intervensi nonbedah penyakit jantung dan cerebrovascular melalui pendampingan dari RSJPD Harapan Kita Jakarta.
- Program proctorship dilaksanakan pada 18 September 2026 di Aula RSUD Tripat sebagai upaya penguatan pelayanan kesehatan di tingkat daerah.
- Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas medis yang sudah tersedia di rumah sakit daerah.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Akses pelayanan penyakit jantung dan cerebrovascular bagi masyarakat Lombok Barat mulai mendapat penguatan. Rumah Sakit Umum Daerah Patut Patuh Patju (RSUD Tripat) kini meningkatkan kemampuan layanan intervensi nonbedah melalui pendampingan langsung dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta.
Penguatan layanan tersebut ditandai dengan pelaksanaan proctorship di Aula RSUD Tripat Lombok Barat, Jumat 18 September 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas medis yang telah tersedia di rumah sakit daerah tersebut.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara RSJPD Harapan Kita Jakarta dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Direktur Keuangan dan Barang Milik Negara RSJPD Harapan Kita Jakarta Tri Hartono Rianto, Asisten III Pemerintah Provinsi NTB, Pj. Sekda Lombok Barat H. Saeful Ahkam Mahfuz, serta para direktur utama rumah sakit kabupaten dan kota se-NTB.
Pelaksanaan proctorship tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan medis secara langsung. Proses pelayanan dari ruang kateterisasi laboratorium atau katlab juga disiarkan melalui kanal YouTube RSUD Tripat Lombok Barat sehingga dapat dipantau secara daring oleh Kementerian Kesehatan, tamu undangan maupun masyarakat.
Pj. Sekda Lombok Barat H. Saeful Ahkam Mahfuz mengatakan peningkatan layanan tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik.
“Sekarang masyarakat Lombok Barat tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit luar daerah karena di RSUD Tripat kini sudah bisa. Semoga dari pendampingan ini dokter spesialis jantung semakin kompeten dalam menangani pasien jantung dan cerebrovascular,” ujarnya.
Menurut Saeful Ahkam, kehadiran tim pendamping dari rumah sakit rujukan nasional tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis. Program tersebut juga menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan RSUD Tripat untuk memperkuat kompetensi sekaligus memastikan peralatan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia menegaskan, pola pendampingan seperti ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit kabupaten dan kota di NTB.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Barang Milik Negara RSJPD Harapan Kita Jakarta Tri Hartono Rianto mengatakan pendampingan akan terus dilakukan sampai tenaga kesehatan RSUD Tripat mampu menjalankan pelayanan secara mandiri.
“Penanganan cerebrovascular sangat membutuhkan penanganan khusus dan serius karena sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal bagi pasien. Namun, tenaga medis RSUD Tripat hari ini sudah mampu membuktikannya dengan tepat dan kami yakin setelah ini rumah sakit sudah siap menangani secara mandiri,” jelasnya.
Direktur Utama RSUD Tripat, dr. H. Suryadi, menyebut keberadaan tenaga medis yang siap serta dukungan peralatan menjadi modal penting dalam pengembangan pelayanan jantung dan cerebrovascular.
Ia mengatakan masyarakat kini memiliki pilihan pelayanan yang lebih dekat, baik untuk kebutuhan rawat jalan maupun rawat inap, tanpa harus selalu menjalani proses rujukan ke luar daerah.
“Ini merupakan rasa syukur yang luar biasa karena masyarakat dapat dimudahkan dalam menjalani pengobatan, baik rawat jalan maupun rawat inap di Lombok Barat,” katanya.
Suryadi menambahkan, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyakit jantung menjadi perhatian tersendiri bagi RSUD Tripat. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas terus didorong agar penanganan pasien dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Dari sisi pembiayaan, masyarakat kurang mampu juga mendapat dukungan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) yang didukung Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Penguatan pelayanan tersebut sekaligus terlihat dari penanganan langsung terhadap dua pasien dalam rangkaian kegiatan proctorship. Proses tindakan bahkan dapat disaksikan secara daring melalui siaran langsung dari ruang katlab RSUD Tripat.
Salah satu pasien merupakan ayah dari Aprilia. Sebelumnya, pasien tersebut telah mendapatkan penanganan terkait penyakit jantung. Setelah tindakan dilakukan, kondisi pasien berangsur membaik dan pasien sudah dapat diajak berkomunikasi.
Aprilia mengaku bersyukur karena keluarganya kini tidak harus menunggu jadwal pelayanan di RSUP Provinsi NTB untuk mendapatkan penanganan.
“Terima kasih atas pelayanan RSUD Tripat. Seharusnya kami menunggu jadwal pelayanan di RSUP Provinsi NTB, tetapi dengan adanya pelayanan di rumah sakit ini, alhamdulillah bapak bisa cepat mendapatkan pelayanan dan penanganan,” ungkapnya.
Penguatan layanan jantung dan cerebrovascular di RSUD Tripat diharapkan mampu memperpendek akses masyarakat terhadap pelayanan medis spesialistik. Selain memberikan kemudahan bagi pasien, peningkatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas rumah sakit daerah sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....