RSUD Tripat Gerung Buka Cath Lab Perdana Tangani Sumbatan Jantung di Lombok Barat
- 18 Sep 2026 15:53 WIB
- Mataram
Poin Utama
- RSUD Tripat Gerung Lombok Barat resmi membuka layanan laboratorium kateterisasi (Cath Lab) untuk menangani pasien dengan penyakit jantung yang memerlukan intervensi cepat.
- Pembukaan layanan ini ditandai dengan tindakan pemasangan ring jantung pertama kali dengan pendampingan tim Proctorship dari RSJPD Harapan Kita Jakarta.
- Dengan adanya layanan Cath Lab, warga Lombok Barat tidak lagi perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan intervensi jantung.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Warga Lombok Barat kini memiliki akses layanan intervensi jantung tanpa harus langsung dirujuk ke luar daerah. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung resmi membuka layanan laboratorium kateterisasi atau catheterization laboratory (Cath Lab), ditandai dengan tindakan pemasangan ring jantung perdana yang mendapat pendampingan tim Proctorship RSJPD Harapan Kita Jakarta.
Pembukaan layanan tersebut menjadi langkah baru RSUD Tripat dalam memperkuat penanganan penyakit jantung, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan cepat akibat penyumbatan pembuluh darah koroner.
Direktur Utama RSUD Tripat Gerung, dr. Suryadi, mengatakan hadirnya layanan intervensi nonbedah tersebut tidak terlepas dari meningkatnya jumlah pasien dengan gangguan jantung dalam beberapa tahun terakhir.
Data rumah sakit menunjukkan angka kesakitan jantung mengalami peningkatan cukup tajam. Pada 2021, jumlah kunjungan rawat jalan tercatat sekitar 1.700 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 2.096 kasus pada 2022 dan mencapai 3.996 kasus pada 2024.
"Jadi, dari tahun 2021 sampai 2025 ini, angka kesakitan jantung meningkat sampai tiga kali lipat," ujar Suryadi dalam konferensi pers Jumat, 18 September 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan RSUD Tripat mempercepat pengembangan layanan jantung dengan menghadirkan fasilitas Cath Lab. Fasilitas tersebut diperoleh melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI.
Dengan fasilitas tersebut, RSUD Tripat kini mulai dapat melakukan tindakan intervensi koroner, termasuk pemasangan ring pada pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan.
"Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, khususnya pasien jantung yang membutuhkan tindakan intervensi," kata Suryadi mengakhiri.
Namun, pengoperasian layanan baru itu tidak dilakukan secara langsung tanpa pendampingan. RSUD Tripat mendapat program proctorship dari RSJPD Harapan Kita sebagai bagian dari proses penguatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan BMN RSJPD Harapan Kita, Tri Hartono Rianto, menjelaskan tim dari rumah sakit pusat tersebut datang untuk mendampingi tenaga medis RSUD Tripat dalam pelaksanaan tindakan intervensi jantung.
"Kami hadir ke sini dalam rangka melakukan proctor atau pendampingan. Artinya, dokter di sini yang melakukan tindakan intervensi, sementara dokter kami melakukan pembinaan dan arahan," katanya.
Pendampingan tersebut melibatkan dokter spesialis jantung dr. Arwin Saleh Mangku Anom, Sp.JP, serta dua perawat ahli, Eka Muliati, S.Kep., Ns., dan Shamsuddin Simon, A.Md.Kep.
Tri menegaskan, program tersebut diarahkan agar tenaga medis RSUD Tripat nantinya mampu menjalankan tindakan intervensi secara mandiri dengan tetap mengikuti standar pelayanan dan keselamatan medis.
"Harapannya, nantinya dokter di sini sudah bisa mandiri melakukan tindakan sendiri sesuai standar medis," ucapnya.
Layanan Cath Lab RSUD Tripat untuk tahap awal akan diarahkan terutama pada kasus kegawatdaruratan jantung, khususnya STEMI atau kondisi penyumbatan akut pembuluh darah koroner yang membutuhkan tindakan segera.
Manajemen rumah sakit menargetkan layanan tersebut dapat menangani sekitar tiga hingga lima pasien pemasangan ring setiap hari. Target itu diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi risiko keterlambatan akibat proses rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Dari sisi pembiayaan, layanan pemasangan ring nantinya ditargetkan dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Estimasi biaya tindakan berada pada kisaran Rp50 juta hingga Rp60 juta, bergantung pada jumlah ring yang diperlukan pasien.
Saat ini, RSUD Tripat masih menyelesaikan proses kredensialing agar pelayanan intervensi jantung tersebut dapat segera masuk dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.
Selain penguatan layanan di RSUD Tripat, kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan jejaring layanan jantung di NTB. Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) melibatkan 10 RSUD di wilayah NTB.
Jejaring tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung sekaligus memperkuat sistem rujukan antarrumah sakit di daerah.
Kegiatan peresmian turut dihadiri Wakil Gubernur NTB yang diwakili Asisten III Setda NTB Hj. Eva Dewiyani, S.P., jajaran Dinas Kesehatan Provinsi NTB, BPJS Kesehatan Mataram, serta perwakilan rumah sakit se-NTB.
Dengan beroperasinya Cath Lab tersebut, RSUD Tripat tidak hanya menambah jenis layanan medis, tetapi juga mulai membangun kemampuan penanganan kasus jantung yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan dukungan tenaga medis terlatih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....