Mataram Perkuat Pencegahan HIV, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Skrining Dini

  • 30 Jul 2026 20:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram memperkuat langkah promotif dan preventif untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di tengah meningkatnya kasus di sejumlah daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi secara masif, perluasan layanan skrining atau Voluntary Counseling and Testing (VCT), penghapusan stigma terhadap penyintas HIV, serta promosi perilaku hidup aman guna menekan risiko penularan di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan kondisi kasus HIV di Kota Mataram hingga saat ini masih dalam kategori terkendali. Dari Catatan Dinas Kesehatan kasus orang dengan HIV sejak awal tahun 2026 tercatat 76 orang namun warga asli Kota Mataram hanya 22 kasus. Meski demikian, peningkatan kasus di daerah lain menjadi pembelajaran penting agar kewaspadaan terus ditingkatkan.

"Kasus di luar daerah menjadi bahan evaluasi bagi kami. Namun sampai sejauh ini kondisi di Kota Mataram masih dapat dikendalikan karena kami terus memperkuat program pencegahan sebagai langkah utama dalam penanganan penyakit menular," ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.

Menurut Emirald, strategi pencegahan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni promotif dan preventif. Pendekatan promotif diwujudkan lewat penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat, sedangkan langkah preventif dilakukan dengan memperluas akses layanan kesehatan, termasuk penyediaan sarana pencegahan sesuai kebutuhan medis.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Mataram juga telah didukung layanan terapi antiretroviral (ARV) yang diberikan secara gratis bagi pasien HIV untuk menekan perkembangan virus sekaligus meminimalkan risiko penularan kepada orang lain.

"Jika pasien rutin dan konsisten mengonsumsi obat ARV, maka risiko penularannya sangat kecil, bahkan hampir nol," katanya.

Upaya pencegahan juga menyasar kelompok usia produktif dan pelajar melalui berbagai program kesehatan di sekolah. Dinkes mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dokter kecil, serta program Sekolah Sehat Jiwa sebagai media edukasi bagi remaja mengenai kesehatan reproduksi, perilaku hidup sehat, dan bahaya penyakit menular.

"Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran sejak dini sehingga generasi muda terhindar dari perilaku berisiko," ujar Emirald.

Selain itu, Dinkes menegaskan seluruh layanan pengobatan HIV maupun tuberkulosis (TBC) di fasilitas kesehatan yang mendukung program pemerintah dapat diakses secara gratis. Emirald menjelaskan HIV dan TBC memiliki keterkaitan erat karena penurunan sistem kekebalan tubuh pada penderita HIV meningkatkan risiko terinfeksi TBC.

"Karena itu, penguatan pencegahan, deteksi dini, dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi kunci untuk menjaga kondisi Kota Mataram tetap terkendali dari ancaman kedua penyakit tersebut," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....