173 Warga Dompu Terpapar HIV, KPAD Perkuat Edukasi dan Pengobatan
- 11 Agt 2026 09:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mencatat sebanyak 173 warga terpapar Human Immunodeficiency Virus (HIV). Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena sebagian penderita masih membutuhkan pendampingan dan pengobatan secara berkelanjutan.
Direktur RSUD Dompu, Fitratul Ramadhan, menjelaskan, dari total 173 kasus yang tercatat, sebanyak 99 orang masih aktif menjalani kontrol dan berada dalam jangkauan pelayanan kesehatan. Sementara itu, 52 orang tercatat hilang kontak dan 22 orang lainnya meninggal dunia.
Menurut Fitratul, RSUD Dompu terus memberikan pelayanan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) melalui Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau layanan konseling dan tes HIV, serta menyediakan terapi pengobatan bagi pasien.
“RSUD Dompu memiliki layanan Klinik VCT dan terapi penanganan bagi ODHIV. Kami terus melakukan pendampingan agar pasien tetap menjalani pengobatan secara rutin,” ujarnya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Fitratul menjelaskan, sejumlah kasus baru HIV juga ditemukan saat pasien menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk penyakit lain di RSUD Dompu.
Salah satu temuan terbaru terjadi pada 11 pasien yang awalnya datang dengan keluhan tuberkulosis (TBC). Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium, seluruh pasien tersebut diketahui juga terpapar HIV.
“Kasus HIV banyak ditemukan saat pasien menjalani pemeriksaan penyakit lain, terutama TBC. Dari pemeriksaan laboratorium, terdapat 11 pasien TBC yang juga terkonfirmasi HIV,” katanya.
HIV merupakan infeksi yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi HIV dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta penularan dari ibu kepada anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku seksual yang aman, tidak menggunakan jarum suntik atau alat tajam secara bergantian, serta memastikan darah pendonor telah melalui pemeriksaan HIV.
Bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi, penggunaan obat pencegahan seperti Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) dan Post-Exposure Prophylaxis (PEP) juga dapat menjadi salah satu langkah pencegahan dini.
Sementara bagi pengidap HIV, pengobatan utama dilakukan melalui Terapi Antiretroviral (ART) dengan menggunakan obat Antiretroviral (ARV). Pengobatan ini tidak menghilangkan virus secara total, tetapi mampu menekan jumlah virus hingga tingkat yang tidak terdeteksi, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah penularan kepada orang lain.
Pemerintah daerah melalui KPAD dan fasilitas pelayanan kesehatan terus memperkuat edukasi, deteksi dini, serta layanan pengobatan untuk menekan angka penularan HIV di Kabupaten Dompu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....