Sarung Tangan Plastik saat Makan, Lebih Higienis?

  • 06 Mei 2026 14:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Belakangan ini, penggunaan sarung tangan plastik saat makan semakin sering terlihat, baik di restoran, tempat makan cepat saji, hingga konten media sosial. Banyak yang menganggap cara ini lebih higienis dibandingkan makan langsung dengan tangan. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak selalu tepat dan justru bisa menimbulkan risiko yang jarang disadari.

Menurut penjelasan dr. Ayman Alatas (Spesialis Mikrobiologi Klinik) yang dibagikan melalui media sosial X.com, penggunaan sarung tangan saat makan belum tentu lebih bersih. Sarung tangan justru bisa menjadi media perpindahan kuman jika tidak digunakan dengan benar, terutama ketika dipakai tanpa mengganti atau tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Dilansir dari FoodSafePal.com, sarung tangan memang dapat membantu menjaga higienitas jika digunakan dengan benar, terutama di industri makanan. Namun, penggunaannya harus disertai prosedur yang ketat, seperti sering mengganti sarung tangan dan memastikan tangan tetap bersih sebelum memakainya. Jika tidak, sarung tangan hanya memberi rasa aman semu.

Selain itu, ada risiko lain yang sering luput dari perhatian, yaitu potensi paparan zat kimia dari plastik. Berdasarkan penjelasan dalam video Youtube kanal Bule_Sampah, sarung tangan plastik sekali pakai dapat mengandung senyawa seperti ftalat dan BPA (Bisphenol A), yang berfungsi sebagai bahan tambahan untuk membuat plastik lebih lentur dan kuat. Kedua zat ini dikenal sebagai endocrine disruptor, yaitu senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon tubuh jika terpapar dalam jumlah tertentu.

Risiko tersebut dapat meningkat terutama ketika sarung tangan digunakan untuk menyentuh makanan panas, berminyak, atau pedas, karena kondisi ini dapat mempercepat perpindahan zat kimia dari plastik ke makanan. Selain itu, kerusakan fisik pada plastik juga dapat memicu pelepasan zat tersebut. Ditambah lagi, tidak semua sarung tangan plastik yang beredar memiliki standar food grade, sehingga keamanannya untuk kontak langsung dengan makanan belum tentu terjamin.

Temuan ini juga diperkuat oleh studi dari Toxic-Free Future yang menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya dalam beberapa sarung tangan plastik yang digunakan di industri makanan cepat saji. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua sarung tangan aman untuk kontak langsung dengan makanan, terutama jika tidak memiliki standar food grade.

Di sisi lain, penggunaan sarung tangan plastik juga menimbulkan persoalan lingkungan. Dilansir dari Yoursay.suara.com, tren ini berpotensi menambah limbah plastik sekali pakai yang sulit terurai. Jika digunakan secara masif tanpa pengelolaan yang baik, dampaknya bisa memperburuk masalah sampah plastik yang sudah ada.

Lebih jauh lagi, penggunaan yang tidak tepat justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Sarung tangan yang tidak diganti atau digunakan untuk menyentuh berbagai benda bisa memindahkan bakteri ke makanan. Bahkan, penggunaan sarung tangan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu hanya “mengunci” kuman di dalamnya tanpa benar-benar menghilangkannya .

Melihat berbagai fakta tersebut, penting untuk dipahami bahwa makan dengan tangan kosong tidak selalu lebih kotor. Selama tangan dicuci dengan benar menggunakan sabun, cara ini justru bisa lebih aman dibandingkan menggunakan sarung tangan plastik yang tidak terjamin kualitas dan penggunaannya.

Kunci utama bukan pada sarung tangan atau tidak, melainkan pada kebersihan dan kesadaran dalam menjaga higienitas. Memilih cara yang tepat, aman, dan bijak akan membantu melindungi kesehatan sekaligus mengurangi dampak buruk bagi lingkungan dalam jangka panjang. (RRI/Aldi W)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....