Posyandu Mataram Naik Kelas, Layanan Obat Lansia Didekatkan

  • 05 Mei 2026 06:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mengoptimalkan peran pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia), dengan menghadirkan layanan pengobatan penyakit kronis langsung di tingkat lingkungan. Kebijakan ini diambil untuk mempermudah akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi ketergantungan lansia pada fasilitas puskesmas.

Kepala Dinkes Kota Mataram, dr.H.Emirald Isfihan, menjelaskan bahwa selama ini lansia harus menempuh jarak cukup jauh ke puskesmas, menghadapi antrean panjang, hingga bergantung pada orang lain untuk mengantar. Kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan dalam kepatuhan pengobatan rutin.

“Selama ini lansia harus ke puskesmas, menunggu antrean, dan mencari yang mengantar. Sekarang layanan obat-obatan kronis kami dekatkan langsung di posyandu, sehingga lebih mudah dijangkau,” ujarnya Selasa, 5 Mei 2026.

Dinkes tidak hanya mendistribusikan obat penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes di posyandu, tetapi juga mengintegrasikan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan dukungan laboratorium kesehatan. Pemeriksaan rutin dan pemantauan kondisi lansia kini dilakukan lebih intensif di tingkat komunitas.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Kota Mataram yang kini berada di kisaran 75,29 tahun. Tingginya angka tersebut di satu sisi menjadi indikator keberhasilan pembangunan kesehatan, namun di sisi lain memunculkan tantangan baru berupa meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular pada kelompok lansia.

“Angka harapan hidup kita termasuk tinggi. Tapi konsekuensinya, jumlah lansia juga meningkat, dan mereka rentan terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Ini yang harus kita kawal bersama,” jelasnya.

Melalui posyandu, tenaga kesehatan bersama kader akan aktif menggerakkan lansia untuk rutin memeriksakan kesehatan, mengikuti kegiatan sosial, hingga menjaga kebugaran melalui aktivitas bersama. Puskesmas juga diminta lebih proaktif menghidupkan kegiatan komunitas lansia agar tetap aktif dan produktif secara sosial.

Selain itu, Dinkes menggandeng laboratorium kesehatan untuk melakukan pemeriksaan berkala guna memastikan kondisi kesehatan lansia tetap terpantau secara menyeluruh.

"Program ini mulai dioptimalkan sepanjang tahun 2026 dan dilaksanakan di seluruh posyandu yang tersebar di wilayah Kota Mataram," katanya.

Transformasi ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024, yang mendorong perubahan fungsi posyandu menjadi pusat layanan terintegrasi berbasis enam pilar, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum/perumahan, serta ketenteraman dan perlindungan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, posyandu tidak lagi sekadar identik dengan layanan ibu dan anak, tetapi berkembang menjadi simpul layanan publik yang lebih luas, termasuk dalam pengawasan kesehatan lansia.

“Posyandu sekarang bukan hanya untuk ibu dan anak, tapi menjadi pusat layanan terintegrasi. Ini momentum untuk memperkuat pengawasan kesehatan lansia secara berkelanjutan,” ujar Emirald.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....