Kasus DBD Turun, Waspada Ancaman Campak
- 07 Apr 2026 14:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren penurunan sepanjang triwulan pertama 2026. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, terutama terhadap potensi munculnya penyakit campak dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di tengah musim penghujan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, mengatakan hingga saat ini jumlah kasus DBD mengalami penurunan signifikan dibandingkan awal tahun. Berdasarkan hasil monitoring Januari hingga Maret 2026, tercatat 105 kasus DBD di wilayah tersebut.
“Kasus tertinggi terjadi pada Januari dan Februari dengan total 94 kasus, kemudian menurun pada Maret menjadi 11 kasus,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Ia memaparkan, sebaran kasus terbanyak berada di Kecamatan Empang dengan 29 kasus, disusul Plampang 18 kasus, dan Moyo Hilir 11 kasus. Sejumlah kecamatan lain mencatat angka lebih rendah, bahkan terdapat 10 kecamatan yang tidak melaporkan kasus DBD selama periode tersebut.
Menurut Sarip, penurunan kasus tidak terlepas dari penanganan cepat oleh fasilitas layanan kesehatan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pencegahan dilakukan melalui penerapan pola 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ia menjelaskan, menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas seperti botol dan kaleng menjadi langkah penting untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, masyarakat juga diimbau melakukan langkah tambahan untuk menghindari gigitan nyamuk.
Meski tren DBD menurun, Dinas Kesehatan mengingatkan adanya ancaman penyakit lain, khususnya campak. Menyusul laporan kasus di daerah tetangga, seperti Kabupaten Bima dan Dompu.
“Kendati kasus DBD menurun, masyarakat tetap harus waspada. Saat ini yang perlu diantisipasi adalah campak dan ISPA, terutama di masa peralihan musim,” katanya.
Sarip menekankan pentingnya imunisasi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, termasuk olahraga teratur.
Pihaknya berharap masyarakat tetap disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan diri. Sehingga potensi penyebaran penyakit menular dapat ditekan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....