Kasus Campak di Dompu Capai 277, Nihil Kematian
- 01 Apr 2026 11:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Kasus campak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, hingga saat ini tercatat mencapai 277 kasus. Meski demikian, belum ada laporan kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh Morbillivirus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dompu, Maria Ulfa, mengatakan pemerintah terus berupaya menekan penyebaran penyakit menular ini.
“Tren peningkatan kasus terjadi pada Februari lalu, namun hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat campak,” katanya, Rabu, 1 April 2026.
| Baca juga: Kasus DBD Turun, Waspada Ancaman Campak |
Menurutnya, Dinas Kesehatan terus mengoptimalkan langkah pencegahan melalui pemberian imunisasi campak bagi balita usia 9 hingga 59 bulan. Namun, realisasi imunisasi masih tergolong rendah, yakni baru mencapai 8 persen dari target 25.705 anak.
Program Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang dicanangkan, lanjut Maria Ulfa, merupakan respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Bima.
Terlebih, Dompu sebagai daerah bertetangga memiliki risiko penularan yang cukup tinggi.
“Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular, sehingga perlu penanganan cepat dan masif,” jelasnya.
Ia menerangkan, penyakit yang disebabkan oleh virus morbillivirus ini menyebar melalui percikan liur. Gejalanya meliputi demam tinggi, muncul bintik merah pada kulit, batuk, pilek, serta mata merah. Jika terlambat ditangani, penyakit ini dapat berakibat fatal, terutama pada anak-anak.
Untuk itu, Dinas Kesehatan Dompu terus mendorong jajaran puskesmas agar lebih masif dalam pelaksanaan imunisasi di lapangan, khususnya melalui kegiatan posyandu dengan sasaran anak-anak.
Maria Ulfa juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak. Ia memastikan bahwa vaksin campak telah lolos verifikasi kehalalan dan aman digunakan.
“Imunisasi campak hanya berupa tetesan melalui mulut dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan anak,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....