Musim Kemarau, Kasus ISPA Kembali Meningkat di Dompu
- 20 Agt 2026 12:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memiliki sejarah panjang terkait peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA saat musim kemarau. Kondisi cuaca kering yang disertai meningkatnya paparan debu hampir setiap tahun menjadi ancaman gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Dompu pun mengantisipasi potensi lonjakan kasus tersebut dengan menyiapkan layanan kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat dasar hingga pelayanan rujukan di rumah sakit.
Direktur RSUD Dompu, Fitratul Ramadhan, mengungkapkan berdasarkan data pelayanan kesehatan yang dihimpun, kasus ISPA kini menjadi penyakit dengan jumlah penanganan tertinggi di rumah sakit tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca kering yang memicu meningkatnya debu menjadi salah satu faktor utama penyebab melonjaknya kasus penyakit saluran pernapasan.
Namun, selain faktor lingkungan, pola hidup masyarakat yang belum sepenuhnya mengarah pada penerapan pola hidup sehat juga ikut memperbesar risiko terjadinya gangguan kesehatan dan penularan penyakit pernapasan.
Fitratul meminta masyarakat, khususnya warga yang memiliki riwayat penyakit ISPA, agar lebih meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia mengimbau warga menggunakan masker saat bepergian atau beraktivitas di luar rumah, terutama di kawasan yang memiliki tingkat paparan debu cukup tinggi.
“Terutama masyarakat yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan, perlu lebih berhati-hati dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah atau di tempat yang banyak debu,” ujarnya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Fitratul memastikan RSUD Dompu telah menyiapkan berbagai sarana dan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan jumlah pasien ISPA.
Bahkan, sebagai bagian dari kesiapsiagaan pelayanan, RSUD Dompu juga mendapat tambahan fasilitas berupa pinjaman tempat tidur dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu mendeteksi kasus penyakit saluran pernapasan tersebut banyak ditemukan di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan perusahaan pengolahan aspal, khususnya di Kecamatan Hu’u dan Kecamatan Woja.
Kondisi tersebut kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Dompu. Selain faktor debu akibat musim kemarau, potensi pencemaran lingkungan diduga dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat.
Pemkab Dompu kini meminta kerja sama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu untuk melakukan penertiban terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga belum mengelola limbah dengan baik.
Langkah tersebut dinilai penting agar pencemaran lingkungan tidak semakin memperburuk kualitas udara di tengah musim kemarau. Pemerintah daerah berharap upaya pencegahan melalui pengawasan lingkungan, kesiapan fasilitas kesehatan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup sehat dapat menekan peningkatan kasus ISPA di Kabupaten Dompu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....