Dampak Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

  • 23 Feb 2026 09:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, puasa dapat menjadi momen tubuh dan pikiran melakukan “reset” alami. Tidak hanya bernilai ibadah, praktik menahan makan dan minum dalam waktu tertentu juga terbukti memberi dampak positif terhadap metabolisme, sistem imun, serta keseimbangan emosional jika dijalankan secara sehat dan terencana.

Manfaat Fisik: Adaptasi Metabolisme dan Regenerasi Sel

Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, puasa memberi kesempatan sistem pencernaan untuk beristirahat sehingga organ-organ tubuh dapat bekerja lebih efisien. Puasa juga dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol, tekanan darah, serta gula darah apabila dijalankan dengan pola makan yang tepat.

Sejalan dengan itu, berdasarkan Jurnal Dinamika Sosial dan Sains Vol. 2 No. 2 Tahun 2025 tentang pengaruh puasa terhadap kesehatan fisik dan mental, tubuh saat berpuasa akan beralih menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Proses ini meningkatkan sensitivitas insulin dan merangsang autofagi, yaitu mekanisme alami regenerasi sel yang membantu menjaga kesehatan jaringan tubuh.

Dilansir dari jurnal Mazandaran University of Medical Science yang dipublikasikan melalui laman cpr.mazums.ac.ir, puasa juga berkontribusi dalam mengurangi peradangan, menyeimbangkan berat badan, serta mendukung kesehatan saluran cerna. Adaptasi metabolik ini menjadikan puasa sebagai salah satu pola intervensi alami yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Manfaat Mental: Stabilitas Emosi dan Kesejahteraan Psikologis

Selain manfaat fisik, puasa juga meningkatkan kesehatan mental melalui disiplin diri, fokus spiritual, serta rasa kesejahteraan. Puasa berperan besar sebagai pengobatan, pencegahan, dan pemelihara kesehatan jiwa.

Puasa menurunkan hormon stres seperti kortisol sambil meningkatkan produksi serotonin, endorfin, dan hormon peningkat suasana hati positif. Akibatnya, individu merasakan fokus lebih tajam, kebahagiaan, kecerdasan spiritual, serta pengurangan stres dan kecemasan. Selain itu, disiplin puasa memperkuat kecerdasan emosional, kontrol diri, dan ikatan sosial melalui berbuka bersama serta ibadah berjamaah, yang semuanya mendukung kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, puasa memberi manfaat komprehensif: memperbaiki metabolisme, mendukung regenerasi sel, menjaga kestabilan gula darah, serta membantu pengelolaan stres dan emosi. Kunci utamanya terletak pada penerapan pola makan bergizi seimbang, hidrasi yang cukup, dan istirahat optimal.

Mari jadikan puasa bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kesehatan fisik dan mental. Terapkan pola hidup sehat selama menjalankannya agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dan berkelanjutan. (RRI/Aldi W.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....