Mengenal Hernia Pada Anak

  • 10 Feb 2026 14:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Hernia pada anak merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering terjadi, namun masih banyak orang tua yang belum memahami kondisi ini dengan baik. Berdasarkan penjelasan dari video Sore Ceria di kanal YouTube RRI Mataram Official bersama dr. Sugianto Prajitno, Sp.BA, M.Hkes (Dokter Spesialis Bedah Anak), hernia adalah munculnya benjolan pada tubuh anak yang paling sering ditemukan di daerah lipatan paha atau sekitar pusar. Kondisi ini terjadi karena adanya celah pada dinding perut yang seharusnya menutup setelah lahir, tetapi tetap terbuka sehingga sebagian organ perut dapat menonjol keluar.

Menurut penjelasan dr. Sugianto, hernia pada anak umumnya bersifat bawaan lahir dan berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang sering disebabkan oleh aktivitas berat. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia karena proses pematangan organ tubuhnya belum sempurna. Selain itu, faktor genetik juga dapat memengaruhi, terutama jika ada riwayat keluarga yang pernah mengalami kondisi serupa. Lebih Lanjut dilansir dari laman RS Pondok Indah, hernia pada anak juga dapat terjadi akibat kelemahan otot dinding perut yang membuat jaringan di dalam perut lebih mudah menonjol keluar.

Gejala hernia pada anak biasanya ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit yang dapat keluar dan masuk. Benjolan tersebut sering terlihat saat anak menangis, batuk, atau mengejan, lalu kembali menghilang ketika anak dalam keadaan tenang. Anak juga bisa tampak lebih rewel, tidak nyaman di perut bagian bawah, atau tiba-tiba menangis saat bermain. Berdasarkan laman dari RS Pondok Indah, benjolan hernia umumnya lebih jelas terlihat ketika anak berdiri dan dapat mengecil saat berbaring, sehingga orang tua perlu lebih jeli memperhatikannya.

Kondisi hernia pada anak memiliki beberapa tingkat keparahan. Pada tahap ringan, benjolan hanya sesekali muncul. Namun pada kondisi darurat yang disebut hernia strangulata, benjolan tidak bisa masuk kembali dan menyebabkan aliran darah ke organ terjepit. Berdasarkan penjelasan dari dr. Sugianto, keadaan ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan jika tidak segera ditangani secara medis.

Penanganan utama hernia pada anak adalah melalui tindakan operasi untuk menutup celah yang ada. Prosedur ini tergolong aman dan proses pemulihannya relatif cepat, sekitar satu minggu. Orang tua dianjurkan segera memeriksakan anak ke dokter spesialis bedah anak jika menemukan benjolan yang mencurigakan. Lebih lanjut dr. Sugianto menjelaskan, biaya operasi hernia pada anak juga dapat ditanggung oleh BPJS sehingga tidak perlu khawatir mengenai pembiayaannya.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat, hernia pada anak dapat ditangani dengan baik tanpa menimbulkan komplikasi serius. Perhatian dan kewaspadaan orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak. (RRI/Aldi W.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....