Cidomo Fest 2026: Polisi Tak Hanya Menjaga Keamanan, tapi juga Menjaga Kesehatan
- 21 Jun 2026 13:49 WIB
- Mataram
RRI. co. Id, Gili Trawangan – Derap langkah kuda yang menarik cidomo hias berpadu dengan riuh tepuk tangan masyarakat dan wisatawan yang memadati kawasan Gili Trawangan, Sabtu (20/6/2026). Di tengah semarak Lomba Cidomo Hias Kapolda Cup I dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, ada pemandangan lain yang tak kalah penting: kehadiran para petugas kesehatan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda NTB yang siaga memberikan pelayanan bagi siapa saja yang membutuhkan.
Sejak siang hingga malam hari, Gili Trawangan menjadi pusat perhatian. Festival bertajuk “Cidomo Fest 2026” tidak hanya menampilkan keindahan transportasi tradisional khas pulau wisata tersebut, tetapi juga menghadirkan wajah pelayanan Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.
Di sudut area kegiatan, Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) Biddokkes Polda NTB membuka layanan kesehatan gratis. Mereka memeriksa tekanan darah, memberikan konsultasi kesehatan, membagikan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan, hingga bersiap menghadapi kemungkinan keadaan darurat medis selama berlangsungnya festival.
Kehadiran tim medis ini menjadi bagian penting dari suksesnya acara. Ribuan pengunjung yang datang menikmati kemeriahan festival dapat beraktivitas dengan rasa aman karena dukungan layanan kesehatan tersedia sepanjang kegiatan berlangsung.
Tak hanya melayani masyarakat dan wisatawan, tim kesehatan juga memastikan kondisi personel pengamanan tetap prima. Dengan durasi kegiatan yang berlangsung hingga malam hari, kesiapan fisik para petugas menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan keamanan acara.

(Foto Humas Polda NTB)
Kabiddokkes Polda NTB, Kombes Pol. dr. I Komang Tresna, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat.
Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, Biddokkes Polda NTB menyiagakan personel kesehatan secara penuh agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan sehat.
Di tengah pesona pantai dan geliat pariwisata Gili Trawangan, kehadiran petugas kesehatan berseragam menjadi simbol bahwa pelayanan publik tidak mengenal batas ruang. Mereka hadir di lokasi wisata, di tengah keramaian festival, bahkan hingga malam hari untuk memastikan setiap orang dapat menikmati perayaan dengan nyaman.
“Cidomo Fest 2026” pun menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Festival ini menjelma menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian budaya lokal, penguatan sektor pariwisata, serta pelayanan kemanusiaan yang diberikan Polri kepada masyarakat.
Saat lampu-lampu festival mulai menyala dan suara sorak penonton mengiringi penutupan acara, tim kesehatan masih tetap bersiaga. Sebuah gambaran sederhana bahwa di balik kemeriahan perayaan, ada dedikasi yang bekerja tanpa banyak sorotan—menjaga kesehatan, melayani masyarakat, dan memastikan setiap momen berlangsung dengan aman hingga akhir.
Melalui kegiatan ini, Polda NTB tidak hanya merayakan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga mempertegas komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus merawat kesehatan publik di destinasi wisata kebanggaan Nusa Tenggara Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....