Balai Bahasa NTB dan MAN 2 Mataram Perkuat Literasi Santri Hadapi Dunia Global
- 02 Okt 2026 18:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kecakapan berbahasa dinilai menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda untuk berkiprah di tingkat internasional. Karena itu, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat kolaborasi dengan MAN 2 Mataram untuk mengembangkan literasi, bahasa, dan sastra di kalangan santri.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, mengatakan penguatan tersebut menjadi penting untuk mendukung lahirnya siswa dan santri yang memiliki kemampuan literasi sekaligus kecakapan berbahasa yang baik.
“Kerja sama dengan institusi unggulan diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan literasi dan menghasilkan siswa-siswa atau santri yang unggul, utamanya dalam kancah internasional, kecakapan berbahasa menjadi faktor penting,” ujarnya.
Kolaborasi kedua lembaga ditandai dengan penandatanganan Pelaksanaan Kerja Sama yang digelar di Aula MAN 2 Mataram, Kamis 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi NTB.
Sebanyak 60 santri perwakilan MAN 2 Mataram mengikuti kegiatan yang tidak hanya berisi penandatanganan kerja sama, tetapi juga diskusi mengenai berbagai persoalan kebahasaan.
Kepala MAN 2 Mataram, Sumber Hadi, mengatakan penguatan literasi di lingkungan madrasah juga diarahkan agar guru dan siswa memiliki ruang untuk menuangkan gagasan serta kreativitas dalam bentuk karya.
Salah satu upaya yang dilakukan madrasah, kata dia, adalah mendorong penerbitan buku yang melibatkan guru dan santri.
“Dalam tahun berjalan, MAN 2 Mataram telah menerbitkan buku hasil literasi yang disusun oleh guru dan santri di sini, dengan harapan literasi dapat tumbuh di setiap ruang-ruang kelas,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, Tim Perkamusan Balai Bahasa Provinsi NTB membahas program pengayaan kosakata bahasa daerah. Sementara Tim Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA memperkenalkan potensi pengembangan BIPA di wilayah NTB.
Pembahasan kemudian berkembang pada persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, termasuk kedudukan bahasa Indonesia dalam konteks global, pengaruh westernisasi, serta pemilihan diksi dalam komunikasi.
Para santri yang berasal dari Organisasi Siswa Intra Madrasah (Orsima) dan sejumlah kelompok ekstrakurikuler turut aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan selama diskusi berlangsung.
Arie mengatakan kerja sama dengan MAN 2 Mataram diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang kebahasaan, kesastraan dan literasi.
Kolaborasi tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas pengalaman kebahasaan santri melalui berbagai kegiatan, mulai dari penguatan literasi, perkamusan hingga pengenalan bahasa Indonesia kepada penutur asing.
Melalui kerja sama itu, Balai Bahasa Provinsi NTB dan MAN 2 Mataram berharap ekosistem literasi di lingkungan madrasah semakin berkembang dan mampu menjadi ruang bagi siswa maupun santri untuk mengasah potensi serta talenta melalui bahasa dan sastra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....