Kehutanan Universitas Mataram Perkuat Jejaring Internasional melalui SEASCoSF

  • 30 Sep 2026 16:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram terus memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman akademik global bagi mahasiswa melalui Southeast Asian Students’ Conference on Sustainable Forestry 2026 (SEASCoSF 2026) yang dilaksanakan secara hybrid pada 2–3 September 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi internasional yang diselenggarakan oleh empat perguruan tinggi dari empat negara, yaitu Universiti Putra Malaysia (UPM) dari Malaysia, Universitas Mataram dari Indonesia, Thaksin University dari Thailand, dan University of the Philippines Los Banos dari Filipina.

Mengusung tema “Empowering Young Minds, Sustaining Our Forests for a Better Future”, SEASCoSF 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi hasil riset dan proyek, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring dalam upaya mendukung pengelolaan hutan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.

SEASCoSF 2026 diikuti oleh 378 mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Bangladesh, India, dan Hong Kong. Program Studi Kehutanan Universitas Mataram berpartisipasi aktif dengan melibatkan 42 mahasiswa, yang terdiri atas 9 mahasiswa sebagai presenter, 20 mahasiswa sebagai peserta poster, dan 13 mahasiswa sebagai peserta umum.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Kehutanan Universitas Mataram untuk memberikan pengalaman internasional secara langsung kepada mahasiswa sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mereka dalam berkomunikasi pada forum akademik lintas negara.

Riset dan proyek yang dibawa mahasiswa Kehutanan Universitas Mataram dalam SEASCoSF 2026 sebagian merupakan hasil kegiatan selama mengikuti program Kampus Berdampak, khususnya melalui magang profesional di berbagai mitra.

Mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan di berbagai institusi, mulai dari Kementerian Kehutanan, organisasi non-pemerintah (NGO), perusahaan pertambangan, hingga mitra lain yang bergerak dalam bidang kehutanan, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam. Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi kajian, proyek, dan hasil riset untuk didiseminasikan serta didiskusikan bersama mahasiswa dari berbagai negara.

Presentasi dan diskusi dalam konferensi dikelompokkan ke dalam tiga bidang utama, yaitu Forest Management dengan tema Biodiversity & Ecosystem Health, Wood Technology dengan tema Sustainable Wood Products, serta Sustainable Tourism dengan tema Community-based Ecotourism (CBET) & Rural Resilience.

Pembagian bidang tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berbagi hasil riset dan proyek sesuai minat keilmuan masing-masing sekaligus memperoleh perspektif baru mengenai isu dan praktik kehutanan yang berkembang di berbagai negara.

Salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan SEASCoSF 2026 adalah pemanfaatan Wordly AI, teknologi berbasis kecerdasan buatan yang digunakan untuk mendukung translasi secara langsung selama konferensi. Teknologi ini membantu peserta mengikuti materi berbahasa asing melalui terjemahan ke bahasa yang dipilih. Co-host SEASCoSF 2026 dari Indonesia sekaligus Ketua Jurusan Kehutanan Universitas Mataram, Irwan Mahakam Lesmono Aji, S.Hut., M.For.Sc., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut membantu mengurangi kendala bahasa dalam proses diseminasi hasil riset mahasiswa.

“Walaupun selama konferensi bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris, namun dengan adanya teknologi ini (AI translation) dapat sangat membantu mengurangi keterbatasan bahasa dalam proses diseminasi hasil riset mahasiswa. Mahasiswa tetap dapat menyampaikan gagasan dan hasil penelitiannya dengan baik, sementara peserta dari negara lain dapat mengikuti materi melalui dukungan translasi secara langsung,” ujar Irwan.

Pemanfaatan Wordly AI diharapkan semakin membuka ruang bagi mahasiswa untuk berani mendiseminasikan hasil riset, bertukar gagasan, dan berinteraksi dalam forum internasional. Hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung internasionalisasi pendidikan dan memperluas akses mahasiswa dalam forum akademik lintas negara. Hal tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Kehutanan Universitas Mataram dalam memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan sejalan dengan semangat SEASCoSF 2026, “Empowering Young Minds, Sustaining Our Forests for a Better Future.”

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....