UBG Mataram Perluas Jejaring Internasional melalui ICORIS dan Kampus Filipina
- 30 Sep 2026 16:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kegiatan international community service yang menjadi bagian dari International Conference on Cybernetics and Intelligent Systems (ICORIS) 2026 membuka peluang kolaborasi lanjutan antara perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB,) dan Guimaras State University, Filipina, Jumat 25 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian baru dalam rangkaian ICORIS. Selain konferensi internasional, mulai 2026 penyelenggara menambahkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan akademisi dari luar negeri.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Bumigora Mataram, Dr. Helna Wardhana, S.Kom., M.Kom., mengatakan UBG menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Lombok yang terlibat dalam kerja sama tersebut.
“UBG ini satu-satunya universitas dari Lombok yang ikut dalam MoU tersebut,” katanya, Rabu 30 September 2026.
Ia menjelaskan, keterlibatan UBG tidak terlepas dari posisi kampus sebagai salah satu pengurus pusat ICORIS. Rektor UBG Prof. Antoni Anggerawan dan dirinya juga menjadi bagian dari kepengurusan pusat organisasi tersebut.
Pada ICORIS 2026, kegiatan konferensi internasional diselenggarakan di Bandung dengan Universitas Teknologi Bandung sebagai tuan rumah. Sebelumnya, pada 2025, UBG menjadi tuan rumah kegiatan ICORIS.
Menurut Helna, kerja sama dengan Guimaras State University dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU dengan masa berlaku tiga tahun. Durasi tersebut diharapkan memberikan ruang untuk mengembangkan kegiatan lanjutan, tidak berhenti pada satu kali kegiatan pengabdian.
Salah satu bentuk tindak lanjut yang memungkinkan dilakukan adalah menghadirkan kembali akademisi dari Filipina ke Lombok. Pelatihan dapat dilakukan secara langsung maupun secara daring, terutama berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pekebun.
“Ke depan kami bisa mengundang mereka lagi ke Lombok, bisa online, bisa offline, untuk memberikan pelatihan kepada para pekebun,” ujarnya.
Peluang kerja sama tersebut menurutnya tidak harus terbatas antara UBG dan Guimaras State University. Perguruan tinggi lain di Lombok maupun NTB juga dapat dilibatkan apabila terdapat kebutuhan dan kesesuaian program.
Helna menyebut potensi tersebut cukup terbuka karena sejumlah wilayah di NTB memiliki komoditas perkebunan yang dapat dikembangkan, termasuk kopi dan durian.
Ia juga berharap jaringan internasional yang dibangun melalui ICORIS dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama perguruan tinggi NTB dengan kampus-kampus luar negeri lainnya. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat internasional dapat dikembangkan dalam cakupan yang lebih luas.
Untuk kegiatan awal, pembiayaan ditopang oleh asosiasi sehingga beban masing-masing perguruan tinggi peserta tidak terlalu besar. Sementara untuk program lanjutan, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing perguruan tinggi.
Helna menilai pola kerja sama selama tiga tahun tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengubah kegiatan internasional dari sekadar pertemuan akademik menjadi program yang memiliki tindak lanjut di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....