Penempatan-Pelayanan Posko Kesehatan Pembelajaran Mitigasi Gempa Lombok
- 30 Sep 2026 16:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Penempatan hingga pelayanan posko kesehatan menjadi pelajaran penting dari kejadian Gempa Lombok, Juli 2018. RRI Mataram menggaris bawahi penguatan kapasitas tersebut, berdasar rangkuman atas berita-berita yang disiarkan beberapa hari setelah gempa bumi mengguncang Lombok, akhir Juli 2018.
Minggu, 29 Juli 2018, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Nusa Tenggara Barat mengeluarkan infografis telah terjadi gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang berlokasi di darat, dan berjarak 47 kilo meter arah timur laut Kota Mataram. Gempa dengan kedalaman 24 kilo meter itu dirasakan warga di Lombok Barat, dan lebih dirasakan lagi di Lombok Timur, dan Lombok Utara.
Akibat kejadian itu, Puskesmas Bayan, dan Senaru, Lombok Utara, merawat puluhan orang warga mengalami luka-luka karena terkena reruntuhan bangunan. Selain merawat yang luka, dua puskesmas ini, merawat korban meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara saat itu, Khairul Anwar mengatakan, ada tiga orang warga yang meninggal dunia akibat gempa, yakni warga Torean dan Sambik Elen serta satu orang warga Sumbawa atau pekerja di Pelabuhan Carik. Total warga yang harus dirujuk ke RS Tanjung sesaat setelah kejadian sekitar tujuh orang.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama tim gabungan setelah gempa Minggu, 29 Juli, berhasil mengevakuasi 1.087 orang pendaki yang berusaha turun dari lokasi pendakian.
Proses evakuasi dilakukan bagi pendaki Rinjani yang kesulitan menuju pintu keluar karena dampak gempa. Evakuasi dilakukan untuk menemukan enam orang pendaki berstatuskan pegawai dan pemandu serta satu orang jenazah mahasiswa yang masih berada di dalam kawasan.
Upaya pencarian dilakukan tim gabungan antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama TNI, SAR, dan Polri. Pencarian juga diupayakan dengan mempergunakan helikopter milik Basarnas.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiono mengatakan, penyelamatan terhadap pendaki terdiri dari 723 WNA dan 364 WNI. Sedangkan untuk yang enam orang pendaki terdiri dari tiga orang dengan status pegawai baru bisa dievakuasi pada Senin siang. Berikut dua orang porter, satu orang guide, dan satu orang mahasiswa bernama Muhammad Ainul Muksin dari Makassar dalam kondisi meninggal dunia.
Pos Kesehatan di Halaman Kantor Camat Sembalun sejak Minggu, telah merawat sejumlah pendaki yang membutuhkan pertolongan kesehatan hasil evakuasi petugas. Perawatan meliputi meredakan sesak nafas hingga penanganan dehidrasi di tubuh pendaki.
Pos kesehatan di halaman Kantor Camat Sembalun, Lombok Timur, menjadi lokasi pertama pelayanan kesehatan terhadap pendaki yang membutuhkan pertolongan pertama saat dievakuasi petugas. Pertolongan tersebut berupa antisipasi sesak nafas yang dimungkinkan dialami pendaki selama berada di kawasan taman nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....