UBG Mataram Gandeng Kampus Filipina Kembangkan Digitalisasi Data Perkebunan

  • 30 Sep 2026 16:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Bumigora (UBG) Mataram mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan data perkebun melalui kolaborasi internasional dengan Guimaras State University, Filipina.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan international community service yang digelar dalam rangkaian International Conference on Cybernetics and Intelligent Systems (ICORIS) di Bandung, Jumat 25 September 2026.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Bumigora Mataram, Dr. Helna Wardhana, S.Kom., M.Kom., mengatakan kolaborasi itu melibatkan dua akademisi dari Guimaras State University, yakni Professor Adrian dan James.

Keduanya memperkenalkan aplikasi yang telah dikembangkan untuk mendata para pekebun kopi dan durian di Filipina. Aplikasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai kebutuhan komoditas perkebunan di Indonesia.

Data yang dicatat melalui aplikasi antara lain identitas pekebun, luas lahan, jenis atau varietas tanaman, hingga persoalan yang ditemukan di perkebunan.

“Di situ ada data pekebunnya, luas lahannya, kemudian komoditasnya apa, varietasnya apa, misalnya arabika, kemudian ada penyakit atau persoalan apa yang dihadapi,” jelas Helna, Rabu 30 September 2026.

Menurutnya, ketersediaan data tersebut dapat membantu pekebun maupun pihak terkait memahami kondisi perkebunan secara lebih terukur, termasuk ketika menghadapi gangguan atau penyakit tanaman.

Namun, Helna menyebut aplikasi tersebut tidak bisa langsung diterapkan untuk seluruh komoditas tanpa penyesuaian. Setiap tanaman memiliki karakteristik dan kebutuhan data yang berbeda sehingga fitur aplikasi perlu disesuaikan.

“Kalau untuk kopi dan durian tentu berbeda. Jadi nanti field-field yang ada di dalam aplikasinya harus disesuaikan dengan komoditasnya,” ujarnya.

Selain mendukung pendataan, pemanfaatan teknologi digital juga berpeluang dikembangkan untuk memperluas promosi hasil perkebunan.

Informasi mengenai produk dan pekebun dapat dipublikasikan melalui platform digital sehingga jangkauan pemasaran tidak hanya bergantung pada pembeli yang selama ini sudah ada.

Helna menilai konsep tersebut relevan dikembangkan di Lombok, khususnya daerah yang memiliki potensi komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan durian.

Ia menyebut Lombok Utara menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi tersebut. Hal itu juga telah disampaikan kepada akademisi dari Guimaras State University yang menunjukkan ketertarikan untuk melihat pengembangan serupa di Lombok.

Kerja sama antara UBG dan Guimaras State University berlangsung selama tiga tahun. Dalam periode tersebut, terdapat peluang untuk menghadirkan kembali akademisi dari Filipina guna memberikan pelatihan secara langsung maupun melalui pertemuan daring kepada para pekebun di NTB.

Helna berharap pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data perkebunan tidak berhenti pada kegiatan internasional yang berlangsung di Bandung, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi pekebun di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....