Persiapan ACQUIN, UIN Mataram Perkuat Tata Kelola dan Budaya Mutu

  • 06 Agt 2026 16:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Transformasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia terus dipercepat UIN Mataram melalui pematangan persiapan akreditasi internasional Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN). Langkah tersebut tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen akreditasi, tetapi juga mencakup pembenahan berbagai aspek strategis penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Upaya tersebut ditegaskan melalui konsolidasi persiapan akreditasi internasional yang digelar di Aula Gedung Rektorat UIN Mataram, Kamis 6 Agustus 2026. Kegiatan diikuti pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Task Force ACQUIN, serta unsur sivitas akademika.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., mengatakan akreditasi internasional harus dimaknai sebagai instrumen transformasi kelembagaan, bukan sekadar target administratif untuk memperoleh sertifikat pengakuan internasional.

Menurutnya, proses menuju ACQUIN menjadi kesempatan bagi setiap program studi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan mahasiswa, sistem penjaminan mutu, sumber daya manusia, tata kelola, hingga pengelolaan data institusi.

"ACQUIN tidak menuntut kita sempurna besok. Yang dibutuhkan adalah kesungguhan dan sistem yang memastikan kita terus melakukan perbaikan," terangnya.

Prof. Masnun juga menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi fondasi transformasi UIN Mataram menuju World-Class University. Pertama, budaya mutu harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus, bukan hanya muncul ketika menghadapi proses akreditasi.

"Dokumen boleh disiapkan untuk ACQUIN, tetapi mutu harus hidup setiap hari. Kalau hanya 'dandan saat tamu datang', maka kita akan lelah sendiri," ujarnya.

Pesan kedua, kata Rektor, adalah pentingnya membangun tata kelola berbasis bukti. Ia menekankan prinsip bahwa data merupakan bukti, sedangkan narasi menjadi jiwa yang menjelaskan capaian institusi.

Karena itu, berbagai data mengenai prestasi mahasiswa, indeks prestasi kumulatif, publikasi ilmiah, tracer study, kepuasan mahasiswa, kepuasan pengguna lulusan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat harus tersedia secara akurat, konsisten, dan mudah diverifikasi.

Namun demikian, Prof. Masnun menilai angka-angka tersebut belum cukup jika tidak mampu menggambarkan dampak nyata kehadiran universitas. Menurutnya, UIN Mataram juga harus dapat menunjukkan bagaimana riset memberikan solusi bagi masyarakat, dosen berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, mahasiswa berkembang secara akademik maupun karakter, serta nilai-nilai keislaman mewarnai seluruh proses pendidikan.

Pesan ketiga yang disampaikan Rektor adalah pentingnya membangun kerja sama seluruh elemen kampus. Ia menegaskan keberhasilan akreditasi internasional tidak dapat dibebankan hanya kepada LPM atau Task Force ACQUIN, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, hingga pengguna lulusan.

"Satu prodi tertinggal, maka kita semua tertahan. Karena itu, mari saling menguatkan, bukan saling menyalahkan," katanya, menegaskan.

Prof. Masnun juga menekankan bahwa transformasi menuju World-Class University tidak berarti meninggalkan identitas UIN Mataram sebagai perguruan tinggi Islam.

Nilai-nilai keislaman, Paradigma Horizon Ilmu, kearifan lokal, serta keberpihakan kepada masyarakat tetap menjadi karakter utama yang akan menjadi pembeda ketika kampus memasuki arena pendidikan tinggi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....