Wisuda Ke-2 UNBIM Cetak 201 Lulusan, Kolaborasi Internasional Menguat

  • 21 Sep 2026 17:47 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Universitas Bima Internasional (UNBIM) MFH menggelar Wisuda Ke-2 tahun 2026 dengan meluluskan 201 mahasiswa dari berbagai daerah di Mataram.
  • Wisuda ini merupakan tonggak penting bagi UNBIM setelah perguruan tinggi memperoleh izin operasional pada tahun 2025.
  • Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, menandai komitmen UNBIM dalam pengembangan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat.

RRI.CO.ID, Mataram — Universitas Bima Internasional (UNBIM) MFH kembali mencatat momentum penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 201 mahasiswa resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda Ke-2 UNBIM tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. Senin 21 September 2026.

Wisuda tersebut menjadi tonggak lanjutan bagi UNBIM setelah perguruan tinggi itu memperoleh izin operasional pada 2025. Setelah menggelar wisuda perdana, tahun ini UNBIM kembali melepas ratusan lulusan dari berbagai daerah.

Pembina Yayasan Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM), Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.Kes., melalui Rektor UNBIM, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi, S.Farm., M.Farm., menyampaikan bahwa 201 wisudawan dan wisudawati yang dilantik berasal dari sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Bima, Dompu, Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

"Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan sukses. Wisuda ini merupakan wisuda kedua UNBIM setelah kami mendapatkan izin operasional pada 2025," ujarnya.

Menurut Ajeng, keberhasilan para mahasiswa mencapai jenjang pendidikan tinggi tidak terlepas dari dukungan orang tua dan wali. Karena itu, pihak kampus memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga yang telah mengantarkan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua dan wali yang telah sukses mengantarkan anak-anaknya sampai menyelesaikan pendidikan, baik jenjang S1 maupun D3," katanya.

Pada Wisuda Ke-2 tersebut, lulusan berasal dari lima program studi. Kelimanya yakni Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, serta Pengolahan Arsip Rekaman Informasi.

Ajeng mengatakan, kelima bidang tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja, pemerintahan, maupun industri.

UNBIM sendiri saat ini memiliki 20 program studi. Kampus tersebut menargetkan para lulusan tidak hanya mampu mengisi kebutuhan tenaga profesional di Lombok dan NTB, tetapi juga memberikan kontribusi pada tingkat nasional hingga internasional.

"Kami membekali mahasiswa selama tiga sampai empat tahun agar mereka memiliki kompetensi profesional, baik di bidang kesehatan, kearsipan maupun teknologi rekayasa perangkat lunak," ucapnya.

Peluang kerja bagi lulusan juga mulai dibangun melalui kerja sama dengan sejumlah institusi. Di antaranya RS Patut Patuh Patju dan RSUP yang disebut telah membuka peluang penyerapan lulusan baru.

Selain sektor kesehatan, kebutuhan tenaga profesional juga datang dari bidang kearsipan. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Lombok Barat disebut menyampaikan kebutuhan terhadap profesi arsiparis di lingkungan pemerintahan daerah.

"Ini menjadi peluang bagi lulusan kami untuk dapat mengabdikan kompetensinya sesuai kebutuhan dunia kerja," katanya.

Tidak hanya menjadi agenda pelepasan lulusan, Wisuda Ke-2 UNBIM juga dirangkai dengan penguatan kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kolaborasi tersebut melibatkan enam perguruan tinggi swasta dan tiga akademisi dari Filipina, yakni Prof. Jurel, Dr. Mortel, dan Dr. Grace. Ketiganya merupakan dosen internasional yang bekerja sama dengan UNBIM.

Ajeng menegaskan, kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas dampak perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami ingin UNBIM tidak berjalan sendiri. Kampus-kampus lain juga harus memiliki kesempatan untuk berkembang dan go international. Semangatnya adalah membangun kampus yang berdampak serta ikut mewujudkan NTB yang makmur dan mendunia," menegaskan.

Dalam bidang pendidikan, para akademisi dari Filipina akan turut terlibat dalam proses pembelajaran di UNBIM. Sistem pengajaran akan dilakukan secara daring maupun luring sesuai kebutuhan perkuliahan.

Sementara pada bidang penelitian, kerja sama diarahkan pada pengembangan joint research antara dosen dan peneliti UNBIM dengan akademisi dari Filipina.

"Profesor-profesor dari Filipina memiliki pengalaman dan publikasi penelitian yang luas. Mereka mengajak dosen serta peneliti UNBIM untuk bergabung dalam penelitian bersama sehingga terjadi kolaborasi riset antara dua negara," katanya.

Kerja sama internasional tersebut juga menyentuh aspek pengabdian kepada masyarakat. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan UNBIM bersama mitra internasional adalah pengabdian di Pantai Kuranji.

Kegiatan tersebut bahkan menjadi salah satu pengalaman yang menarik perhatian akademisi dari Filipina.

Menurut Ajeng, konsep pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia memiliki karakter tersendiri dan menjadi pengalaman yang dapat dipertukarkan dalam kerja sama kedua negara.

"Pengabdian yang kami lakukan di Pantai Kuranji menjadi salah satu inspirasi bagi mereka. Ini juga menjadi bagian dari kolaborasi yang akan terus kami kembangkan," ucapnya.

Ajeng berharap momentum wisuda tidak menjadi akhir hubungan antara kampus dan para lulusan. Ikatan alumni UNBIM akan terus diperkuat agar para lulusan tetap terhubung dengan almamater sekaligus dapat terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Alumni UNBIM tidak boleh berhenti sampai di sini. Ikatan kekeluargaan harus terus dibangun agar ke depan semakin banyak kegiatan yang dapat kami implementasikan bersama," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....