ACQUIN Jadi Jalan UIN Mataram Cetak Lulusan Berkelas Dunia
- 06 Agt 2026 16:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Persiapan akreditasi internasional ACQUIN di UIN Mataram diarahkan tidak hanya untuk meraih pengakuan kelembagaan di tingkat dunia, tetapi juga meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional di tingkat global.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., saat memberikan arahan dalam kegiatan Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN yang berlangsung di Aula Gedung Rektorat UIN Mataram, Kamis, 6 Agustus 2026. Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan lulusan.
Prof. Masnun mengatakan generasi muda Nusa Tenggara Barat memiliki kesempatan yang sama dengan mahasiswa dari berbagai negara untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Karena itu, pengelolaan program studi harus terus ditingkatkan agar memenuhi standar pendidikan tinggi internasional.
"Kita ingin ijazah anak-anak NTB bisa dibanggakan, tidak hanya di Lombok, tetapi juga di Berlin, Kairo, dan Kuala Lumpur," tuturnya.
Ia menjelaskan, pengakuan internasional harus berimplikasi langsung terhadap peningkatan kompetensi lulusan, mulai dari kemampuan akademik, literasi digital, keterampilan komunikasi, pengalaman riset, hingga kesiapan bekerja dan berkolaborasi dalam lingkungan multikultural.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rektor menilai kurikulum harus terus dievaluasi agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, kualitas penelitian perlu terus ditingkatkan, jejaring kerja sama akademik diperluas, serta layanan mahasiswa dan sistem penjaminan mutu diperkuat agar sesuai dengan standar pendidikan tinggi internasional.
Meski demikian, Prof. Masnun menegaskan upaya internasionalisasi tidak berarti menghilangkan jati diri UIN Mataram sebagai perguruan tinggi Islam. Nilai-nilai keislaman, akhlak, pengabdian kepada masyarakat, serta kearifan lokal tetap menjadi identitas utama yang justru menjadi keunggulan dalam kompetisi global.
Menurutnya, ketika asesor internasional melakukan penilaian, yang ingin ditunjukkan bukan hanya kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga implementasi nyata budaya mutu di lingkungan kampus.
Asesor diharapkan dapat melihat mahasiswa yang berprestasi dan berakhlak, dosen yang produktif dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian, serta tata kelola kampus yang berkualitas.
Rektor juga memastikan pimpinan universitas akan memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan akreditasi internasional, baik melalui kebijakan strategis maupun penyediaan anggaran yang dibutuhkan selama proses berlangsung.
"Saya tahu jalannya tidak mudah. Ada lembur, ada revisi, ada rasa capek. Tetapi ingat, yang kita kejar bukan hanya sertifikat. Yang kita kejar adalah kebermanfaatan. Bismillah, kita mulai. Saya akan mendukung penuh dari sisi kebijakan dan anggaran," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....