Dosen FMIPA Dorong warga Karang Bayan ciptakan Produk Lilin Aromaterapi Ramli

  • 21 Sep 2026 12:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID - Lombok Barat - Warga Desa Wisata Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, tengah menghadapi bahaya tersembunyi akibat dari pencemaran minyak jelantah. Minyak jelantah kerap dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai, sehingga terbentuk kebiasaan membuang minyak jelantah ke lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi dari Program Studi Ilmu Lingkungan, FMIPA Universitas Mataram menawarkan solusi cerdas dan praktis kepada warga dengan mengolah minyak jelantah menjadi produk wisata yang bernilai jual serta ramah lingkungan.

Tepat pada Selasa, 21 September 2026, para dosen hadir di tengah warga menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian ini diusung oleh tim dosen Ilmu Lingkungan Unram diantaranya Baiq Fadila Arlina, M.Sc; Siti Raudhatul Kamali, M.Sc., Ph.D; Ernawati, M.Sc dan Pahmi Husain, M.Sc, dengan tujuan luhur untuk membangun kesadaran dan aksi nyata warga dalam melestarikan lingkungan. Sasaran utama kegiatan ini adalah Ibu-Ibu PKK yang bersinggungan secara langsung dengan minyak jelantah dalam kesehariannya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Karang Bayan, Mandrawasih. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian yang telah hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada warga, khususnya terkait dengan metode pengolahan minyak jelantah agar tidak berakhir menjadi limbah.

Baiq Fadila Arlina, M.Sc., menegaskan bahwa minyak jelantah dari aktivitas dapur tidak boleh dibuang begitu saja ke lingkungan karena berpotensi menimbulkan resiko kesehatan dan lingkungan. Selain itu, Baiq Fadila juga menekankan bahwa daur ulang minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menggunakan teknologi, alat dan bahan yang sangat sederhana sehingga mudah diaplikasikan pada skala rumah tangga.

:Kuncinya terletak pada kemauan untuk mengambil langkah pertama," ujarnya.

Selama sesi demontrasi, warga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari pencampuran bahan (minyak jelantah, paraffin, pewarna dan essential oil), pencetakan, dekorasi, hingga pengemasan produk lilin. Ibu-Ibu PKK tampak antusias membuat lilin serta aktif melontarkan berbagai pertanyaan.

100%

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs): SDGs 13 (Responsible Consumption and Production) dengan mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, tim dosen Unram berharap warga dapat lebih bijak dalam mengelola minyak jelantah, sehingga secara tidak langsung turut berperan dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif sehingga mampu mendorong kemandirian keluarga di Desa Karang Bayan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....