Tim Cepat Tanggap (TCT), Sade Integrated Recovery & Reconstruction Masterplan Unram

  • 28 Agt 2026 21:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Tim Unram menempatkan partisipasi masyarakat sebagai prinsip utama dalam proses rekonstruksi. Setiap tahapan pembangunan perlu dilakukan melalui musyawarah bersama dengan melibatkan warga, tokoh masyarakat, kepala desa, kepala dusun, serta para sesepuh adat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil pembangunan, tetapi turut menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pemulihan kawasan.

Di sisi lain, pembahasan juga menyoroti kebutuhan untuk memastikan proses pembangunan memenuhi aspek keselamatan, ketahanan bencana, dan keamanan kebakaran. Hal ini menjadi bagian penting dari masterplan agar pemulihan tidak hanya menghasilkan bangunan yang kembali berdiri, tetapi juga kawasan yang lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Dalam pengelolaannya, Pemerintah Provinsi NTB telah menunjuk Asisten II sebagai koordinator proses rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan kepala desa dan kepala dusun sebagai perwakilan masyarakat Sade. Tim UGM akan memberikan supervisi dalam penyusunan masterplan, sementara tim Unram menjadi bagian penting dalam proses kajian, pemetaan, pendataan, dan penyusunan rencana teknis.

Tim Cepat Tanggap (TCT) Sade Unram sendiri dibentuk dengan dukungan lintas bidang keilmuan. Di bawah arahan Rektor Unram, tim ini dikoordinasikan oleh LPPM dan melibatkan unsur Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FHISIP, serta FKIP. Bidang kerja tim mencakup assessment, data dan dokumentasi; arsitektur, heritage dan tata ruang permukiman; rekayasa struktur, konstruksi tradisional dan keselamatan bangunan; infrastruktur, utilitas dan fire safety; sosial, adat dan pemberdayaan masyarakat; serta ekonomi, livelihood dan pemulihan pariwisata.

Ketua Tim Cepat Tanggap (TCT) Sade Unram, Ar. Dr. Ir. Rini Srikus Saptaningtyas, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., mengatakan bahwa tim Unram mulai bergerak melakukan pemetaan, survei, dan dokumentasi sebagai bagian dari proses awal penyusunan masterplan. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Unram dari bidang terkait dengan pendampingan dosen arsitektur dan planologi.

“Pemetaan dan pendataan menjadi langkah awal agar setiap keputusan dalam proses pemulihan memiliki dasar informasi yang jelas. Pada saat yang sama, karakter, nilai budaya, serta kebutuhan masyarakat Sade harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan,” ujar Rini.

Sebanyak 15 mahasiswa Unram juga terlibat dalam kegiatan awal pemetaan, survei, dan dokumentasi di Desa Sade dengan pendampingan tiga dosen dari bidang arsitektur dan planologi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis lapangan sekaligus kontribusi langsung perguruan tinggi dalam proses pemulihan masyarakat.

Penyusunan Sade Integrated Recovery & Reconstruction Masterplan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam mengarahkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi Desa Sade agar berjalan lebih terkoordinasi, berbasis data, serta selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Bagi Unram, keterlibatan dalam pemulihan Desa Sade merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan keilmuan untuk menjawab persoalan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, UGM, dan masyarakat Sade, Unram tidak hanya membantu membangun kembali kawasan yang terdampak, tetapi turut mendorong agar proses tersebut menghasilkan Sade yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan tetap memiliki identitasnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi Unram terhadap SDG 11: Sustainable Cities and Communities, khususnya dalam upaya membangun permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....