Unram dan Siswa SMAN 1 Gerung Sulap Minyak Biji Ketapang Jadi Sabun
- 19 Sep 2026 21:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Siswa SMAN 1 Gerung belajar kimia melalui praktik mengolah minyak biji ketapang menjadi sabun padat dan sabun cair.
- Kegiatan bersama Universitas Mataram ini mendorong kreativitas siswa sekaligus mengenalkan potensi bahan lokal menjadi produk bernilai tambah.
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Belajar kimia tak melulu soal teori di dalam kelas. Sebanyak 32 siswa SMAN 1 Gerung, Lombok Barat, diajak mengolah minyak biji ketapang menjadi sabun padat dan sabun cair.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian dosen Program Studi Kimia FMIPA Universitas Mataram (Unram) melalui edukasi sains terapan dan pelatihan inovasi produk berbasis minyak nabati lokal.

Tim pengabdian yang terdiri dari Erin Ryantin Gunawan, Dedy Suhendra, Sri Seno Handayani, Diah Miftahul Aini, dan Farida Ariani memperkenalkan pemanfaatan minyak nabati nonpangan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Ketua tim pengabdian, Erin Ryantin Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep kimia secara teori, tetapi juga mampu melihat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dapat dilakukan secara kontekstual dengan memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar," kata Erin, Sabtu, 19 September 2026.

"Pemilihan minyak biji ketapang kami pilih agar siswa dapat melihat bahwa bahan lokal juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah,” imbuhnya.
Menurut Erin, pengalaman praktik juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih kreatif dalam menemukan peluang pemanfaatan sumber daya lokal melalui pendekatan sains dan inovasi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada praktik membuat sabun, tetapi dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan siswa untuk mengembangkan ide-ide baru berbasis potensi lokal,” katanya.
Para siswa tidak hanya menerima materi tentang minyak nabati dan konsep kimia. Mereka juga langsung mengikuti praktik pembuatan sabun berbahan minyak biji ketapang.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pemaparan materi, kemudian dilanjutkan praktik, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Guru Kimia SMAN 1 Gerung, Baiq Sri Misnawati, mengatakan pembelajaran yang disertai praktik membuat siswa dapat melihat langsung penerapan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti proses praktik. Mereka didorong untuk melihat bahan yang ada di lingkungan sekitar bukan sekadar sebagai sumber daya biasa, tetapi juga sebagai peluang untuk berinovasi.
Salah seorang peserta, Aqilla Riski Amalia, mengaku mendapat pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
"Kami jadi lebih memahami bahwa ilmu kimia tidak hanya dipelajari melalui teori di kelas, tetapi juga dapat diaplikasikan untuk membuat dan mengembangkan suatu produk," ujarnya.
Menurut Aqilla, sebelumnya dirinya belum mengetahui bahwa buah ketapang dapat dimanfaatkan menjadi produk inovatif seperti sabun.
Tim pengabdian Unram menilai kegiatan ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kimia, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir aplikatif untuk menghasilkan inovasi berbasis sumber daya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....