Gendang Beleq hingga Busana Sasak, Cara SMPN 9 Mataram Jaga Budaya
- 07 Sep 2026 15:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - gendang beleq tidak hanya menjadi bagian dari kesenian tradisional, tetapi juga menjadi media SMPN 9 Mataram mengenalkan budaya Sasak kepada generasi muda. Sekolah membentuk sekehe gendang beleq dan menyediakan peralatan serta pelatih bagi siswa.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sekolah dalam menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
“Untuk mempertahankan kearifan lokal, jelas kita mengikuti arahan-arahan dari dinas pendidikan. Misalnya menggalakkan seni budaya lokal seperti gendang beleq. Kami punya sekehe gendang beleq di sini dan betul-betul kami fasilitasi,” ungkap Kepala SMPN 9 Mataram, H. Akhmad Pahrurazi, Senin 7 September 2026.
Menurut Pahrurazi, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan kepada siswa melalui pembelajaran. Peserta didik perlu dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.
“Anak-anak kita libatkan langsung dalam kegiatan-kegiatan budaya. Jadi mereka tidak hanya tahu namanya, tetapi juga tahu bagaimana memainkan, mengikuti kegiatan dan menghargai budaya daerahnya,” katanya.
Selain gendang beleq, siswa juga dibiasakan mengenakan pakaian adat Sasak dalam berbagai momentum, khususnya saat peringatan hari-hari nasional dan kegiatan tertentu di lingkungan sekolah.
Sekolah juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan seperti lomba lagu Sasak dan peragaan busana Sasak dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kota Mataram.
Pengenalan budaya juga dilakukan melalui kunjungan sejarah. SMPN 9 Mataram secara rutin mengikuti kegiatan yang diselenggarakan bidang kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Mataram, termasuk kunjungan ke museum, makam pahlawan dan makam kerajaan di kawasan Selaparang.
Dalam kegiatan tersebut, siswa didampingi guru, termasuk guru Ilmu Pengetahuan Sosial, sehingga kunjungan dapat dikaitkan dengan pembelajaran sejarah dan budaya.
“Kita juga sering ikut kegiatan kunjungan sejarah dan budaya. Anak-anak diajak ke museum, makam pahlawan, termasuk makam kerajaan di Selaparang. Mereka didampingi guru IPS supaya tahu sejarah daerahnya,” jelas Pahrurazi.
Ia menilai pengenalan budaya sejak bangku sekolah penting untuk menjaga identitas daerah. Terlebih, generasi muda saat ini semakin mudah terpapar berbagai budaya dari luar melalui perkembangan teknologi dan media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....