Keris Bima Abad ke-17 dan Manuskrip Lombok Ditemukan di Museum Australia
- 14 Sep 2026 19:45 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Keris kerajaan asal Bima yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18 dan manuskrip Lombok ditemukan dalam koleksi museum di Adelaide, Australia.
- Temuan ini mendorong NTB memetakan dan mendokumentasikan warisan budaya daerah yang tersimpan di luar negeri.
RRI.CO.ID, Mataram - Jejak sejarah Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan di Australia. Delegasi NTB menemukan keris kerajaan asal Bima yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18 serta manuskrip Lombok dalam koleksi Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide.
Temuan itu diketahui saat Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia, dan Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengunjungi AGSA pada 11-12 September 2026.
Mereka didampingi Kepala Dinas Kebudayaan NTB dan Kepala Museum Negeri NTB. Delegasi menelusuri sejumlah koleksi yang berkaitan dengan Lombok, Bali dan Bima.
Salah satu yang menarik perhatian adalah keris kerajaan asal Bima. Dalam katalog AGSA, keris tersebut tercatat berasal dari Bima, NTB, dan diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga awal abad ke-18.
Selain keris, delegasi juga menemukan Hikayat Nabi Yusuf yang ditulis di atas daun lontar. Manuskrip tersebut menjadi salah satu bukti bahwa jejak kebudayaan Lombok tidak hanya berupa kain tradisional, tetapi juga mencakup sastra, bahasa dan tradisi tulis.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan temuan tersebut menunjukkan masih banyak warisan budaya NTB yang perlu ditelusuri keberadaannya di luar negeri.
"Kita harus mulai mengetahui, mendata dan membangun komunikasi dengan institusi yang menyimpannya," kata Indah, Senin, 14 September 2026.
Menurut Indah, upaya tersebut tidak selalu harus berujung pada pemulangan benda budaya ke NTB. Dokumentasi, penelitian dan akses masyarakat terhadap sejarah benda tersebut juga menjadi hal penting.
"Yang juga penting adalah bagaimana kita memperoleh pengetahuan, dokumentasi dan akses terhadap sejarah benda tersebut untuk masyarakat NTB," ujarnya.
Selain keris dan manuskrip, AGSA menyimpan sejumlah koleksi tekstil dari Lombok. Di antaranya kekombong atau kain ritual dari Lombok Utara, kampuh atau leang dari Lombok Tengah, serta tekstil songket dengan teknik supplementary weft.
Delegasi menilai koleksi tersebut menunjukkan bahwa kain tradisional menyimpan pengetahuan yang lebih luas. Mulai dari kapas, pemintalan, pewarna alam, teknik menenun hingga ritual dan struktur sosial masyarakat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan Museum Negeri NTB sebagai pusat pengetahuan dan penelitian budaya.
NTB membuka peluang kerja sama dengan institusi di Australia dalam bentuk katalogisasi, digitalisasi, konservasi, penelitian asal-usul koleksi atau provenance, publikasi hingga pertukaran pameran.
Indah mengatakan kebudayaan harus berjalan beriringan dengan pariwisata.
"Pariwisata membawa orang datang. Kebudayaan membuat orang memahami siapa kita. Dua hal ini harus saling menguatkan," katanya.
Temuan keris Bima dan manuskrip Lombok di Adelaide sekaligus mendorong NTB memetakan lebih banyak koleksi budaya daerah yang tersimpan di luar negeri. Pemerintah daerah ingin jejak tersebut tidak berhenti sebagai koleksi museum, tetapi dikembangkan menjadi pengetahuan, bahan penelitian, diplomasi budaya, dan manfaat bagi masyarakat NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....