Fatepa Unram Dorong Produksi Opak Singkong dengan Teknologi Tepat Guna
- 20 Agt 2026 20:35 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Fatepa Unram mendorong modernisasi produksi opak singkong di Desa Sigerongan, Lombok Barat, melalui teknologi tepat guna.
- Pendampingan juga mencakup peningkatan mutu, keamanan pangan, pengemasan, dan pemasaran agar produk lebih berdaya saing.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Opak singkong selama ini menjadi salah satu pangan tradisional yang diproduksi kelompok perempuan di Desa Sigerongan, Kabupaten Lombok Barat. Namun, keterbatasan teknologi dan standar produksi membuat pengembangan usaha tersebut belum maksimal.
Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram (Fatepa Unram) mencoba mengubah kondisi itu melalui penerapan teknologi tepat guna. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat mutu dan daya saing opak singkong.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai BIMA 2026 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Program berlangsung selama satu tahun sejak April 2026 dengan menyasar kelompok masyarakat produktif secara ekonomi.

Tim pengabdian Fatepa Unram dipimpin Siska Cicilia, S.TP., M.Si., bersama Hary Kurniawan, S.TP., M.Si., Ph.D. dan Dr. Rucitra Widyasari, S.TP., M.Si. Mereka terlibat dalam pendampingan, pengawasan pelaksanaan program, hingga aktivitas produksi bersama kelompok mitra.
Menurut Siska, modernisasi produksi tidak cukup dilakukan dengan memberikan peralatan. Kelompok usaha juga perlu dibekali pengetahuan mengenai mutu, sanitasi, higienitas, hingga pemasaran.
“Pengabdian ini tidak hanya berfokus pada pemberian alat, tetapi juga pada peningkatan mutu produk, mulai dari penerapan sanitasi dan higienitas hingga kesiapan produk untuk dipasarkan,” kata Siska, Senin, 17 Agustus 2026.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah rumah pengering atau ERK yang dirancang sesuai kebutuhan produksi mitra. Teknologi ini diharapkan membuat proses pengeringan lebih terkendali dan menghasilkan opak dengan mutu yang lebih seragam.
Kelompok produsen juga memperoleh sejumlah peralatan, antara lain alat masak, pelumat singkong, alat pengiris (slicer), serta peralatan pengemasan. Penggunaan slicer membantu mempercepat proses pengirisan sekaligus menjaga keseragaman bentuk dan ketebalan opak.
Keseragaman tersebut dinilai penting karena berpengaruh terhadap kualitas produk akhir dan nilai jual. Dengan proses produksi yang lebih terukur, kelompok mitra diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tanpa mengabaikan mutu.
Fatepa Unram juga memberikan pelatihan Cara Pengolahan Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Pelatihan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan produksi yang lebih higienis dan memenuhi prinsip keamanan pangan.
Pendampingan CPPOB sekaligus menjadi bagian dari persiapan kelompok dalam memenuhi berbagai persyaratan pengembangan usaha, termasuk menuju proses perolehan izin edar.
Perbaikan juga dilakukan di sisi hilir. Kelompok mitra mendapatkan pelatihan pengemasan dan pemasaran agar peningkatan kapasitas produksi diikuti kemampuan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Bagi tim pengabdian, pengembangan pangan tradisional tidak bisa hanya mengandalkan penambahan alat produksi. Kualitas yang konsisten, keamanan pangan, kemasan, inovasi, dan pemasaran harus berjalan beriringan.
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Melalui penerapan teknologi tepat guna dan penguatan kapasitas usaha, Fatepa Unram berharap kelompok perempuan produsen opak singkong di Desa Sigerongan dapat mengelola produksi secara lebih efisien.
Pengembangan tersebut juga diharapkan membuka pasar baru dan meningkatkan nilai ekonomi opak singkong, sehingga pangan tradisional Lombok tidak hanya bertahan sebagai produk rumahan, tetapi memiliki peluang tumbuh menjadi produk usaha yang lebih kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....