Universitas Terbuka Didominasi Gen Z, Pendidikan Jarak Jauh Makin Relevan

  • 10 Sep 2026 07:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Terbuka (UT) kini tidak lagi identik sebagai perguruan tinggi pilihan bagi kalangan pekerja atau guru. Perkembangan teknologi dan perubahan karakter mahasiswa membuat kampus pendidikan jarak jauh tersebut semakin banyak diminati generasi muda, termasuk Generasi Z.

Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UT Mataram, Dr. Hulaifi, S.Pi., M.Agr., saat menjadi narasumber dalam Talkshow RRI Fest di MAN 1 Mataram, Rabu 9 September 2026.

Hulaifi mengungkapkan, dari sekitar 856 ribu lebih mahasiswa UT secara nasional, sekitar 80 persen di antaranya merupakan Generasi Z. Kondisi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam profil mahasiswa UT yang selama ini kerap dikenal sebagai kampus bagi kalangan yang sudah bekerja.

“Sekarang ini mahasiswa UT itu sekitar 856 ribu mahasiswa, sekitar 80 persen itu adalah Gen Z,” ujar Hulaifi.

Menurutnya, tingginya proporsi mahasiswa dari kalangan Gen Z tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang semakin melekat dalam kehidupan generasi muda.

Sistem pendidikan UT yang berbasis teknologi pun dinilai sesuai dengan karakter mahasiswa yang terbiasa menggunakan perangkat dan layanan digital.

Hulaifi menjelaskan, hampir seluruh proses pembelajaran di UT telah memanfaatkan teknologi. Kondisi tersebut sekaligus membuat konsep pendidikan jarak jauh tidak lagi dipandang sebagai keterbatasan, melainkan menjadi model pembelajaran yang dapat menyesuaikan kebutuhan mahasiswa.

“Sekarang hampir 100 persen sudah berbasis teknologi. Jadi memang sekarang ini sudah zamannya Gen Z,” jelasnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut sekaligus mengubah anggapan lama terhadap UT. Jika sebelumnya UT sering disebut sebagai “kampus ibu guru” karena banyak mahasiswa berasal dari kalangan guru, kini komposisi mahasiswa telah berkembang dan didominasi generasi muda.

Perubahan itu menurut Hulaifi menjadi bukti bahwa pendidikan jarak jauh tetap relevan di tengah perkembangan zaman. UT tidak hanya menyediakan akses pendidikan bagi mereka yang terkendala jarak dan waktu, tetapi juga menghadirkan pola pembelajaran yang dekat dengan kehidupan generasi digital.

“Dulu UT itu dikenal sebagai kampus ibu guru, tapi sekarang Gen Z sudah mendominasi,” ucapnya.

Hulaifi menilai, perkembangan tersebut menjadi peluang bagi siswa SMA dan sederajat untuk mempertimbangkan UT sebagai salah satu pilihan ketika ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Terlebih, karakter pembelajaran yang fleksibel memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan aktivitas lain tanpa meninggalkan pendidikan.

Melalui pendekatan berbasis teknologi, UT juga berupaya memastikan akses pendidikan tinggi dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

Bagi generasi muda, fleksibilitas tersebut dapat menjadi alternatif untuk memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus terpaku pada pola perkuliahan konvensional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....