Balai Bahasa NTB Jemput Bola Perkuat Literasi di SMPN 1 Labuapi
- 06 Sep 2026 10:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memperluas layanan kebahasaan dan kesastraan langsung ke lingkungan sekolah melalui Program Jempol (Jemput Bola). Salah satunya dilakukan melalui audiensi dan penjajakan kolaborasi dengan SMPN 1 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Jumat 4 September 2026.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan layanan Program Jempol dari SMPN 1 Labuapi. Pertemuan sekaligus membahas peluang integrasi berbagai program kebahasaan dan kesastraan Balai Bahasa NTB dengan kegiatan kokurikuler yang telah berjalan di sekolah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, memimpin langsung audiensi tersebut. Ia didampingi Toni Samsul Hidayat dari Program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), Hartanto dari program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta M. Syamsur Rijal dari program Kamus Masuk Sekolah (KMS).
Rombongan Balai Bahasa NTB diterima Kepala SMPN 1 Labuapi, Ahmad Ansori, bersama guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Nurhidayati.
Dalam pertemuan itu, Balai Bahasa NTB menawarkan sejumlah program yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan kokurikuler sekolah. Program tersebut mencakup peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, UKBI, perkamusan, penerjemahan, pelindungan bahasa daerah, hingga penguatan literasi.
Arie Andrasyah Isa mengatakan Program Jempol tidak hanya ditujukan untuk mendekatkan layanan kebahasaan kepada sekolah, tetapi juga diarahkan agar memberikan dampak terhadap kemampuan literasi siswa dan guru.
"Program Jempol ini merupakan program yang bermuara pada peningkatan literasi siswa sekaligus guru. Selain itu, harapannya, hasil dari program ini juga tercermin pada hasil TKA siswa," ujarnya.
Menurut Arie, kolaborasi dengan satuan pendidikan diperlukan agar program kebahasaan yang dimiliki Balai Bahasa NTB dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Dengan begitu, layanan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kepala SMPN 1 Labuapi, Ahmad Ansori, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai integrasi Program Jempol dengan kegiatan kokurikuler yang telah berjalan dapat memperkuat program pendidikan di sekolah.
"Kolaborasi ini juga dapat menjadi hal yang bagus bagi kegiatan kokurikuler yang ada di sekolah. Kami juga mempunyai program yang siap saling integrasi dengan Program Jempol," katanya.
Hasil audiensi selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penjajakan bentuk integrasi program yang paling sesuai dengan kebutuhan SMPN 1 Labuapi. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi siswa dan guru untuk mendapatkan pengalaman belajar kebahasaan sekaligus memperkuat budaya literasi di sekolah.
Program Jempol menjadi salah satu strategi Balai Bahasa Provinsi NTB untuk mendekatkan layanan kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat, khususnya satuan pendidikan. Melalui pola kolaborasi dengan sekolah, layanan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi berbahasa, literasi, serta pemanfaatan produk kebahasaan dalam proses pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....