Balai Bahasa NTB Pantau Pemanfaatan Buku GLN di Lombok Utara

  • 29 Agt 2026 16:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya memperkuat budaya literasi di sekolah terus didorong di Kabupaten Lombok Utara. Salah satunya melalui pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang telah disalurkan ke sejumlah satuan pendidikan.

Balai Bahasa Provinsi NTB bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Lombok Utara melihat langsung pemanfaatan buku tersebut di SDN 1 Sambik Bangkol, Rabu 26 Agustus 2026. Buku Bacaan Bermutu GLN yang telah diterima sekolah digunakan sebagai salah satu sumber bacaan bagi siswa.

Kepala SDN 1 Sambik Bangkol menyampaikan, keberadaan koleksi buku tersebut ikut membantu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap kegiatan membaca. Pemanfaatan buku tidak hanya sebatas menyimpan koleksi di sekolah, tetapi diarahkan agar dapat digunakan dalam aktivitas literasi siswa.

Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Utara juga terus mendorong sekolah penerima Buku Bacaan Bermutu GLN agar memaksimalkan koleksi yang telah tersedia. Optimalisasi pemanfaatan buku dinilai penting agar program penyediaan bahan bacaan bermutu memberikan dampak langsung terhadap kebiasaan membaca peserta didik.

Pemantauan pemanfaatan buku tersebut menjadi bagian dari agenda Balai Bahasa Provinsi NTB saat melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Selain membahas program literasi, kunjungan juga membicarakan penyusunan Surat Keputusan (SK) Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kabupaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Utara, Toni Samsul Hidayat, mengapresiasi koordinasi yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi NTB. Penyusunan SK tersebut saat ini masih dalam proses dan terus dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

Menurut Toni, keberadaan SK Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia nantinya dapat membantu memperjelas koordinasi antara pemerintah daerah dengan Balai Bahasa Provinsi NTB. Pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik maupun lingkungan yang menjadi kewenangan daerah diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Dua agenda tersebut menunjukkan bahwa penguatan kebahasaan dan literasi berjalan beriringan di lingkungan pendidikan. Di satu sisi, penggunaan bahasa Indonesia perlu mendapat perhatian dan pengawasan, sementara di sisi lain peserta didik perlu memiliki akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

Bagi satuan pendidikan, keberadaan Buku Bacaan Bermutu GLN menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman membaca siswa. Konsistensi sekolah dalam menggunakan koleksi tersebut menjadi bagian penting agar program literasi tidak berhenti pada distribusi buku.

Balai Bahasa Provinsi NTB dan Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Utara berharap pemanfaatan buku-buku tersebut dapat terus ditingkatkan. Dengan dukungan sekolah dan pemerintah daerah, bahan bacaan bermutu diharapkan mampu memperluas kegiatan literasi sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....