Forikan NTB Dorong Anak Gemar Makan Ikan Sejak Dini
- 02 Sep 2026 08:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB bersama Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menggencarkan kampanye konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting.
Kampanye tersebut dilakukan melalui kegiatan makan ikan bersama yang melibatkan Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan PKK NTB di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa 1 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 250 paket bantuan olahan ikan berupa bakso dan nugget disalurkan kepada sejumlah lembaga pendidikan dan posyandu. Bantuan tersebut menyasar Posyandu Melati I Dusun Pemepek II sebanyak 73 paket, Posyandu Ceria 45 paket, RA Baiturrahman Pemepek 32 paket, serta SDN 1 Pemepek sebanyak 100 paket.
Khusus bantuan untuk SDN 1 Pemepek, paket diberikan kepada 42 siswa kelas 1, 54 siswa kelas 2, dan empat anak yatim. Penyaluran tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anak sekaligus mengenalkan ikan melalui bentuk olahan yang lebih disukai anak-anak.
Ketua Forikan NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi pertumbuhan anak. Selain mudah diperoleh, ikan juga relatif terjangkau dan memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan dalam mendukung perkembangan motorik serta kognitif.
"Alhamdulillah hari ini dari Dinas Perikanan bersama Pokja Bunda Forikan, kami berupaya mengenalkan dan menyosialisasikan agar anak-anak mulai menyenangi dan menggemari ikan serta olahannya," ujar Sinta.
Menurutnya, pengenalan ikan sejak usia dini menjadi penting karena masih terdapat anak yang kurang menyukai konsumsi ikan. Karena itu, orang tua didorong lebih kreatif mengolah ikan menjadi makanan yang menarik bagi anak dengan memanfaatkan berbagai resep yang tersedia di platform digital seperti TikTok maupun Instagram.
Sinta juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan pola konsumsi anak dengan membatasi makanan yang tinggi gula dan MSG. Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini perlu menjadi perhatian bersama untuk mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.
Ia berharap kampanye tersebut dapat semakin meningkatkan kegemaran anak-anak mengonsumsi ikan, terlebih NTB memiliki potensi perikanan yang cukup besar sehingga bahan pangan tersebut relatif mudah ditemukan di berbagai wilayah.
"Semoga semakin banyak anak-anak kita yang semakin sehat, karena kita paham betul bahwa anak-anak di usia muda membutuhkan protein tinggi, termasuk dari ikan," imbuhnya.
Upaya meningkatkan konsumsi ikan tersebut juga diarahkan menjadi gerakan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah NTB berencana meluncurkan agenda "Berayan Bergizi" yang dirancang sebagai kegiatan makan bersama secara berkala.
Program tersebut nantinya melibatkan anak-anak, kader posyandu, dan berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran program diharapkan dapat menjaga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi keluarga sekaligus memperkuat pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui kolaborasi Forikan, DKP NTB, pemerintah daerah, serta unsur pendidikan dan masyarakat, kampanye konsumsi ikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Edukasi mengenai manfaat ikan dan pola makan bergizi diharapkan menjadi kebiasaan keluarga dalam mendukung lahirnya generasi NTB yang sehat dan cerdas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....