Kepala BRIDA NTB Dorong Sarjana Jadi Penggerak Pembangunan Daerah
- 23 Agt 2026 18:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mendorong para sarjana yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu mengimplementasikan ilmu untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan I Gede Putu Aryadi mewakili Gubernur NTB saat menghadiri Wisuda Universitas Terbuka (UT) Mataram Periode II Tahun 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurutnya, bertambahnya jumlah sarjana di NTB diharapkan ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
"Ilmu yang dimiliki di bangku kuliah harus diamalkan. Yang lebih berat justru proses menerapkan ilmu itu dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat," ujarnya.
Ia menilai para sarjana memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mencari jalan keluar atas berbagai persoalan daerah. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pengamat atau memberikan komentar terhadap masalah yang muncul.
Aryadi menekankan pentingnya kehadiran kaum terdidik dengan gagasan dan solusi yang dapat diterapkan.
"Jangan hanya komentar-komentar yang justru bikin gaduh. Hadirlah dengan solusi, dengan ilmu tadi diamalkan, sehingga berbagai masalah yang ada di NTB masyarakat bisa dibantu untuk mencari jalan penyelesaiannya," katanya.
Menurutnya, NTB saat ini tengah melakukan akselerasi pembangunan dengan sejumlah agenda utama yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia berkualitas.
Tiga agenda tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan pariwisata NTB agar mampu bersaing di tingkat dunia dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sektor pariwisata, ia menilai NTB tidak cukup hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Kualitas destinasi dan manfaat ekonomi yang dihasilkan juga perlu menjadi perhatian.
"Pariwisata kita harus berkelas dunia dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Bukan hanya tingkat kunjungannya, tetapi kualitas pariwisata harus bisa mendukung pembangunan yang ada di NTB dan nasional," terangnya.
Ia juga berharap sektor pendidikan tinggi di NTB ikut mengambil peran dalam mendorong daerah menuju target pembangunan jangka panjang, termasuk dalam menyiapkan generasi muda yang kreatif dan inovatif.
Menurutnya, kreativitas dan inovasi generasi muda diperlukan untuk menjawab perubahan serta kebutuhan pembangunan di masa mendatang. Riset menjadi salah satu fondasi penting untuk menghasilkan gagasan dan inovasi tersebut.
"Anak-anak muda perlu memiliki pemikiran kreatif tentang bagaimana kita menjalani kehidupan hari ini dan ke depan. Kreativitas penting, inovasi penting, dan dasar dari inovasi itu adalah riset," katanya.
Kepala BRIDA NTB menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, bertambahnya jumlah sarjana melalui momentum wisuda diharapkan menjadi tambahan kekuatan bagi NTB dalam menjalankan agenda pembangunan.
Ia berharap para lulusan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman akademiknya ke lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....