Pemprov Percepat Transformasi SMK NTB, Gandeng Industri untuk Tekan Pengangguran
- 05 Agt 2026 16:37 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mempercepat transformasi SMK melalui penguatan konsep link and match agar lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
- Pemprov NTB akan menjalin kerja sama dengan SMK Mitra Industri MM2100 untuk memperkuat kurikulum, budaya kerja, dan kompetensi lulusan guna menekan pengangguran SMK.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat transformasi pendidikan vokasi dengan memperkuat konsep link and match antara sekolah dan dunia industri. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan pasar kerja.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan persoalan utama pendidikan vokasi bukan minimnya lapangan pekerjaan, melainkan belum sesuainya kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Karena itu, revitalisasi SMK menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan saat Gubernur mengunjungi SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa 4 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram.
SMK Mitra Industri MM2100 dikenal sebagai salah satu sekolah vokasi yang berhasil menjawab persoalan mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri. Sekolah ini didirikan oleh asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan di Kawasan Industri MM2100 sehingga kurikulumnya disusun sesuai kebutuhan dunia kerja.
Tak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, sekolah tersebut juga menanamkan budaya kerja sejak awal. Siswa dibiasakan menerapkan disiplin, etos kerja, ketepatan waktu, hingga tata krama yang menjadi standar perusahaan.
Menurut Iqbal, pendekatan tersebut layak diterapkan di NTB agar lulusan SMK tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga siap bekerja tanpa harus beradaptasi terlalu lama dengan budaya industri.
"Sehingga nanti pada saat masuk ke industri, tidak sulit untuk menyesuaikan dengan corporate culture yang ada di industri," ujar Iqbal.
Iqbal menegaskan konsep link and match harus diwujudkan dalam bentuk kerja sama nyata, bukan sekadar slogan. Ia menyebut NTB telah memiliki sejumlah program kemitraan seperti Komatsu School Welding dan UT School di SMKN 6 Mataram yang perlu diperluas ke lebih banyak sekolah.
Ia juga mengundang pendiri SMK Mitra Industri MM2100 untuk datang ke Lombok guna membahas peluang kerja sama. Menurutnya, tingginya angka pengangguran lulusan SMK di NTB harus segera diatasi melalui penyesuaian pendidikan dengan kebutuhan industri.
"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang keliru adalah kita belum mempersiapkan anak-anak kita sesuai kebutuhan industri," tegasnya.
Selama kunjungan, rombongan meninjau berbagai fasilitas praktik, mulai dari bengkel otomotif roda dua dan roda empat hingga laboratorium perhotelan. Seluruh fasilitas dirancang menyerupai lingkungan kerja sehingga siswa terbiasa bekerja sesuai standar industri sebelum lulus.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov NTB melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga akan menjajaki kerja sama teknis dengan SMK Mitra Industri MM2100. Kerja sama itu meliputi penguatan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, pembentukan budaya kerja di sekolah, hingga perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
Melalui langkah tersebut, Pemprov NTB berharap semakin banyak SMK di daerah yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....