20 Sekolah di Kota Mataram Dapat Tambahan Buku untuk Perkuat Literasi

  • 01 Sep 2026 09:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Sebanyak 20 sekolah di Kota Mataram mendapat tambahan bahan bacaan melalui program buku pengayaan pendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Setiap sekolah penerima memperoleh sedikitnya 200 eksemplar buku yang diterima pada Juli 2026.

Penyaluran buku tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah merespons persoalan rendahnya capaian literasi siswa yang tercermin dalam hasil Asesmen Nasional 2025. Kota Mataram menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan buku pengayaan untuk memperkuat kegiatan literasi di satuan pendidikan.

Balai Bahasa Provinsi NTB kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Mataram untuk memastikan buku tersebut benar-benar sampai kepada sekolah penerima. Dari 20 sekolah, sebanyak 15 perwakilan hadir dalam pertemuan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin, mengumpulkan sekolah penerima untuk melakukan konfirmasi langsung mengenai ketersampaian buku. Langkah tersebut dilakukan agar informasi mengenai distribusi dapat diperoleh secara cepat sekaligus memastikan buku telah diterima oleh pihak yang menjadi sasaran program.

Sekolah penerima tidak seluruhnya berasal dari satuan pendidikan negeri. Sejumlah lembaga pendidikan swasta juga mendapatkan buku pengayaan, di antaranya SD Hadi Sakti, SD Islam Darussalam, KBM Sintung, dan PKBM Al Ikhlas.

Selain memastikan buku telah sampai, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas cara penggunaannya di lingkungan sekolah. Balai Bahasa Provinsi NTB memberikan penguatan kepada guru agar buku yang diterima tidak sekadar menjadi tambahan koleksi perpustakaan, tetapi benar-benar digunakan dalam kegiatan membaca siswa.

Lentera menjelaskan bahwa setiap buku telah dilengkapi label jenjang yang dapat membantu guru menentukan kesesuaian bahan bacaan dengan kemampuan pembacanya. Guru juga disarankan mengetahui terlebih dahulu tingkat kemahiran membaca siswa sebelum menentukan buku yang akan digunakan.

Sementara itu, Nurcholis Muslim memperkenalkan konsep “Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar” sebagai salah satu pendekatan untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat melibatkan tidak hanya guru, tetapi juga orang tua siswa.

Salah satu sekolah yang telah menyiapkan rencana pemanfaatan buku adalah SDN 15 Mataram. Guru sekolah tersebut menyebut koleksi baru itu akan dimanfaatkan untuk mendukung program “Pusaka Ceria” yang selama ini dikembangkan sekolah dalam mendorong budaya membaca.

Sekolah juga berharap dukungan bahan bacaan dapat terus diperluas, termasuk dengan menghadirkan buku berbahasa daerah. Bahan bacaan yang dekat dengan bahasa ibu dinilai dapat membantu peserta didik lebih dekat dengan lingkungan bahasa dan budaya mereka.

Untuk tahap awal, Balai Bahasa Provinsi NTB masih melakukan pemantauan terhadap ketersampaian buku. Evaluasi pemanfaatan belum dilakukan karena sekolah masih membutuhkan waktu untuk mengoptimalkan koleksi yang baru diterima.

Pemantauan lanjutan dan pengambilan testimoni akan dilakukan secara berkala ke sekolah-sekolah penerima. Langkah tersebut diperlukan untuk melihat sejauh mana buku pengayaan GLN benar-benar dimanfaatkan dalam kegiatan literasi dan memberikan dampak bagi siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....